Perjalanan menuju lokasi bukanlah hal yang mudah. Selama hampir sembilan jam, rombongan harus melewati jalan berlumpur, tanjakan curam, serta sejumlah titik dengan kondisi rusak berat. Kendaraan bahkan beberapa kali terjebak di kubangan lumpur dan harus saling ditarik agar dapat melanjutkan perjalanan.
Bagi Biro Administrasi Pembangunan, peninjauan lapangan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi riil infrastruktur yang nantinya menjadi dasar penyusunan langkah percepatan pembangunan serta koordinasi lintas instansi.
Saiful Bachry mengatakan, kehadiran pemerintah di lapangan penting untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan geografis cukup berat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala menegaskan hasil peninjauan akan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Provinsi Kaltara dalam memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut guna mempercepat penanganan jalan perbatasan.
“Hasil tinjauan lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi Pemprov Kaltara untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemprov Kaltim dan pihak perusahaan terkait perbaikan infrastruktur jalan perbatasan,” ujar Ingkong.
Menurutnya, pembangunan akses jalan yang lebih baik akan berdampak langsung terhadap kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.
“Saya berharap ini menjadi langkah awal percepatan pembangunan perbaikan jalan akses perbatasan, agar konektivitas Kaltara-Kaltim semakin lancar dan tidak lagi menjadi kendala ekonomi masyarakat setempat,” tambahnya.
Melalui peninjauan tersebut, Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal percepatan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Malinau Agustinus, Ketua DPRD Mahakam Ulu Devung Paran beserta jajaran DPRD Mahakam Ulu, Kepala Bapperida Kaltara Bertius, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Kaltara Jaini, perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta PT Tujuan Mulia Makmur (TMM).




