“Delapan persoalan ini harus kita tangani bersama. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan perbatasan yang aman dan produktif,” katanya.
Gubernur menambahkan, Pemprov Kaltara terus berupaya meningkatkan konektivitas antarwilayah perbatasan. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan rakyat dan penguatan pertahanan negara.
“Menurut laporan World Development Report, setiap peningkatan 1 persen ketersediaan infrastruktur dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi hingga 44 persen. Inilah alasan kami terus memperkuat konektivitas di kawasan perbatasan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Zainal juga menegaskan kembali posisi strategis Kalimantan Utara sebagai “Beranda Depan Indonesia di Utara”.
“Membangun Kaltara berarti menjaga kedaulatan bangsa. Pemerintah Provinsi bersama TNI dan seluruh unsur masyarakat berkomitmen menjadikan kawasan perbatasan bukan lagi simbol keterbelakangan, melainkan cermin kemajuan dan kemandirian bangsa,” pungkasnya.




