“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal meskipun terjadi gangguan akibat gempa. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam mempercepat penanganan dan pemulihan,” ujar Andi Amriampa.
Selain meninjau RSUD dr. Jusuf SK, rombongan juga membahas rencana tindak lanjut dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah perkotaan, termasuk peningkatan sistem peringatan dini dan pelatihan tanggap darurat bagi tenaga kesehatan serta masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara DPRD dan BPBD Kaltara dalam memastikan pelayanan publik, khususnya bidang kesehatan, tetap aman, cepat, dan tangguh di tengah kondisi darurat bencana.




