DefiNUNUKAN – Pemotongan alokasi anggaran desa di Kabupaten Nunukan mulai memicu dampak serius bagi pelayanan masyarakat. Akibat keterbatasan dana, salah satu pemerintahan desa di wilayah tersebut terpaksa menyetop operasional armada pengangkut sampah.
Keputusan sulit ini diambil setelah pihak desa melakukan penyesuaian program kerja. Minimnya anggaran membuat pemerintah desa harus menyusun ulang skala prioritas, sehingga kegiatan yang dianggap tidak mendesak terpaksa dihapuskan.
”Ini murni karena keterbatasan kemampuan finansial desa, bukan masalah kemauan. Setelah kami susun program, memang anggarannya tidak mencukupi untuk membiayai operasional angkutan sampah,” ujar perwakilan pihak desa.
Menyikapi penghentian layanan ini, pemerintah desa menghimbau warga agar mengelola limbah rumah tangga secara mandiri. Masyarakat diminta untuk membawa sampah mereka langsung ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersedia atau mencari solusi alternatif lainnya.
Meski layanan kebersihan terganggu, pihak desa menjamin bahwa urusan administrasi dan pelayanan publik lainnya tetap berjalan. Walaupun dilakukan dengan segala keterbatasan, aparatur desa tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal bagi kebutuhan surat-menyurat warga.




