WARTA, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh etnis memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta stabilitas daerah. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang VIP Forkopimda Kantor Bupati Nunukan, Rabu (5/8).
Rapat dipimpin langsung Bupati Nunukan H. Irwan Sabri didampingi Wakil Bupati Hermanus, sebagai respons atas beredarnya unggahan bermuatan provokatif bernuansa SARA di media sosial yang sempat menjadi perhatian masyarakat.
Bupati Irwan Sabri menegaskan bahwa Kabupaten Nunukan yang dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan budaya harus tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan penuh toleransi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menyikapi setiap persoalan dengan kepala dingin serta mengedepankan semangat persaudaraan.
“Nunukan adalah rumah bersama bagi berbagai suku, agama, dan budaya. Keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga melalui kebersamaan dan toleransi,” tegas Irwan Sabri.
Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang bergerak cepat menangani persoalan tersebut sesuai ketentuan hukum sehingga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nunukan tetap terjaga.
Wakil Bupati Hermanus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Menurutnya, menjaga keharmonisan daerah perbatasan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Senada dengan itu, Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya serta mempercayakan setiap proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.
Dalam rapat tersebut, tokoh agama, tokoh adat, dan perwakilan paguyuban menyatakan komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan, memperkuat komunikasi lintas etnis, serta mendukung penyelesaian setiap persoalan melalui jalur hukum dan musyawarah demi mempertahankan kerukunan yang selama ini menjadi kekuatan Kabupaten Nunukan.
Rapat koordinasi juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, di antaranya memperkuat koordinasi antar unsur pemerintah dan masyarakat, meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi provokatif di media sosial, serta mendukung penuh upaya penegakan hukum.
Sebagai bentuk komitmen nyata menjaga persatuan dan stabilitas daerah, para tokoh adat, tokoh agama, dan paguyuban sepakat menggelar Deklarasi Damai yang menjadi simbol kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan yang aman, harmonis, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.




