WARTA, TANJUNG SELOR – Akreditasi menjadi instrumen penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman, menegaskan akreditasi bukan sekadar formalitas atau status administratif, melainkan tolok ukur utama yang menentukan kelayakan rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Akreditasi adalah standar yang memastikan rumah sakit benar-benar layak dalam memberikan pelayanan kesehatan. Bukan hanya soal sertifikat, tetapi menyangkut keamanan pasien, efektivitas pelayanan, hingga kompetensi tenaga medis,” tegasnya.
Usman menjelaskan, sistem akreditasi rumah sakit di Indonesia memiliki tingkatan mulai dari dasar hingga paripurna. Rumah sakit dengan akreditasi tertinggi dinilai telah memenuhi standar layanan komprehensif, mulai dari kelengkapan fasilitas, sistem manajemen, hingga kualitas sumber daya manusia.
Lebih jauh, akreditasi juga menjadi syarat utama bagi rumah sakit untuk dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Rumah sakit tanpa akreditasi otomatis tidak bisa melayani pasien peserta BPJS.
“BPJS Kesehatan hanya bermitra dengan rumah sakit yang sudah terakreditasi. Tanpa akreditasi, layanan tidak memenuhi syarat. Ini untuk menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan sesuai standar yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Di sisi lain, kebutuhan layanan kesehatan di Kaltara terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan mobilitas masyarakat. Namun, masih ada rumah sakit yang belum mengantongi akreditasi sehingga membatasi akses pasien, khususnya peserta BPJS.
“Akreditasi adalah langkah strategis memperbaiki mutu layanan, sekaligus memastikan masyarakat Kaltara memperoleh pelayanan yang aman, terjangkau, dan bermutu,” kata Usman.
Untuk itu, Pemprov Kaltara melalui Dinkes berkomitmen mendampingi rumah sakit yang belum terakreditasi agar segera memenuhi standar Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kaltara. Dengan akreditasi, kita tidak hanya bicara fasilitas, tapi juga kepastian bahwa setiap pasien mendapatkan pelayanan sesuai standar terbaik,” pungkasnya.




