spot_img
More
    spot_img

    Gubernur Zainal Buka Musdalub DAD Kaltara, Tegaskan Adat Dayak Pilar Pembangunan dan Persatuan Daerah

    WARTA, TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, secara resmi membuka Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Utara di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (29/5). Momentum tersebut menjadi ajang penting untuk memperkuat soliditas masyarakat adat sekaligus menegaskan peran strategis adat Dayak dalam mendukung pembangunan daerah.

    Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menegaskan bahwa Musdalub bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang bersama untuk memperkokoh persatuan, menjaga marwah budaya, serta merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

    “Dewan Adat Dayak merupakan rumah besar yang menaungi keberagaman dan menjadi wadah untuk melahirkan keputusan-keputusan bijaksana demi kemajuan masyarakat adat dan daerah,” ujar Zainal.

    Ia menilai keberadaan DAD memiliki posisi yang sangat penting bagi Kalimantan Utara sebagai wilayah perbatasan sekaligus beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan fondasi sosial dan budaya yang kuat agar mampu menjaga identitas daerah di tengah arus perubahan.

    Zainal menjelaskan bahwa penguatan adat dan budaya sejalan dengan visi pembangunan Kaltara 2025–2030, yakni mewujudkan fondasi transformasi daerah yang kokoh sebagai beranda depan NKRI yang maju, makmur, dan berkelanjutan.

    “Ketahanan sosial, budaya, dan ekologi menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Dalam konteks itu, Dewan Adat Dayak adalah mitra strategis pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.

    Gubernur juga mengapresiasi keberagaman sub-suku Dayak yang hidup berdampingan di Kaltara, mulai dari Kenyah, Lundayeh, Kayan, Bulungan, Tidung, hingga berbagai komunitas adat lainnya. Keberagaman tersebut dinilai sebagai kekuatan besar yang harus terus dirawat untuk memperkuat persatuan masyarakat Benuanta.

    Ia mengingatkan agar setiap dinamika maupun perbedaan pandangan yang muncul dalam organisasi dapat diselesaikan melalui semangat musyawarah, kekeluargaan, dan persaudaraan.

    Baca Juga:  Peringatan HPN 2025: Gubernur Zainal Berikan Apresiasi kepada Insan Pers atas Peran Besar dalam Pembangunan Daerah

    “Jadikan keberagaman sebagai energi pemersatu untuk membangun Kaltara yang lebih maju dan harmonis,” pesannya.

    Selain menyoroti aspek sosial dan budaya, Zainal juga mendorong DAD untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Berbagai produk budaya seperti kerajinan tangan, ukiran tradisional, anyaman, manik-manik, alat musik tradisional, seni pertunjukan, hingga kuliner khas daerah dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi masyarakat.

    Menurutnya, pengelolaan potensi budaya secara berkelanjutan tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan leluhur.

    Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), masyarakat adat Dayak juga diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan sosial, kelestarian hutan, serta nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi identitas Kalimantan.

    Di akhir sambutannya, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk terus memperkuat kelembagaan adat melalui berbagai program nyata, mulai dari pembinaan desa budaya, penyelenggaraan festival budaya, hingga perlindungan situs-situs adat dan kawasan bersejarah masyarakat adat.

    “Melalui Musdalub ini, saya berharap lahir keputusan-keputusan terbaik yang mampu menjaga marwah adat sekaligus memberikan arah yang konstruktif bagi kemajuan Kalimantan Utara,” tegasnya.

    Pembukaan Musdalub DAD Kaltara berlangsung khidmat dan ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Gubernur Zainal sebagai simbol dimulainya musyawarah adat yang diharapkan membawa semangat persatuan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Dayak di Kalimantan Utara.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU