spot_img
More
    spot_img

    DPRD Nunukan Meriahkan HUT ke-26 dengan Busana Adat Nusantara

    WARTA, NUNUKAN— Suasana Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Nunukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Nunukan berlangsung meriah dan penuh warna, Minggu (12/10).

    Tidak seperti sidang formal pada umumnya, seluruh peserta paripurna tampil mempesona dengan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, menciptakan nuansa hangat dan sarat makna kebhinekaan. Sejak pagi, ruang rapat utama DPRD Nunukan tampak semarak oleh kehadiran anggota dewan, pejabat pemerintah daerah, serta tamu undangan yang tampil anggun dengan balutan busana tradisional Nusantara.

    Ragam pakaian adat dari berbagai suku — mulai dari Bugis, Dayak, Tidung, Jawa, Batak, hingga Minangkabau — berpadu dalam satu ruang sidang, menampilkan potret keberagaman budaya Indonesia yang hidup berdampingan secara harmonis di Bumi Nunukan.

    Ketua DPRD Kabupaten Nunukan menyampaikan bahwa penggunaan busana adat bukan sekadar seremonial, melainkan wujud penghormatan terhadap budaya dan identitas nasional.

    “Melalui momentum ini, kita ingin menegaskan semangat persatuan dalam keberagaman. Kabupaten Nunukan adalah miniatur Indonesia, di mana berbagai suku dan budaya hidup berdampingan dengan damai,” ujarnya.

    Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri bersama unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, serta tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati memberikan apresiasi atas inisiatif DPRD yang turut mengangkat nilai-nilai budaya lokal dalam perayaan hari jadi daerah.

    Menurut Bupati Irwan, pelestarian budaya daerah merupakan bagian penting dalam memperkuat jati diri masyarakat Nunukan sebagai wilayah perbatasan yang menjadi beranda terdepan NKRI.

    Menambah kemeriahan, acara paripurna juga diwarnai dengan penampilan mendongeng menggunakan bahasa daerah Tidung, yang disambut hangat oleh para tamu undangan. Penampilan ini dianggap sebagai upaya menghidupkan kembali bahasa dan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

    Baca Juga:  Perubahan Pajak dan Retribusi, DPRD Bulungan Desak Pemda Sosialisasikan ke Masyarakat

    Tak kalah menarik, tarian daerah dari berbagai penjuru Nusantara turut memeriahkan acara. Gerak dan busana para penari menggambarkan keindahan dan kekayaan seni budaya Indonesia yang menjadi perekat bangsa.

    Tradisi mengenakan busana adat dalam peringatan HUT Kabupaten Nunukan kini telah menjadi agenda tahunan yang dinanti-nantikan. Selain memperindah suasana, kegiatan ini menjadi simbol persatuan, kebanggaan, dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

    Dengan semangat kebersamaan dan cinta budaya, peringatan HUT ke-26 Kabupaten Nunukan tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjalanan pembangunan daerah, tetapi juga menjadi panggung harmoni keberagaman yang menjadi kekuatan utama masyarakat Nunukan.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU