WARTA, TANJUNG SELOR – Reses anggota Komisi I DPRD Bulungan, Andhika Masharafi, di Tanjung Palas Timur kembali membuka realita pahit yang dihadapi masyarakat. Keluhan warga mencuat dari RT 4, RT 9, dan RT 10 Desa Sajau Hilir hingga Desa Purasa Jauh: mulai dari jalan berlubang hingga air bersih yang sudah tak layak konsumsi.
Menurut Andhika, kondisi jalan yang parah telah mempersulit mobilitas warga, bahkan membahayakan keselamatan. “Ada warga yang sampai melahirkan di jalan karena akses ke rumah sakit terhambat. Ini bukan lagi soal ekonomi, tapi soal hidup dan mati,” ungkapnya.
Jalan yang seharusnya menjadi penghubung vital antar desa justru menjadi penghalang. Proyek pembangunan jalan dari Brigif ke Tanjung Agung yang dijanjikan pemerintah daerah pun dinilai tak kunjung menunjukkan progres.
Krisis air bersih juga menjadi keluhan besar. Sungai yang dulunya menjadi sumber utama kini tercemar limbah perusahaan. “Air sungai sudah kotor, kami tidak bisa pakai lagi,” ujar salah seorang warga.
Selain itu, para petani Desa Pura Sajau Jauh menilai program bantuan pertanian belum menyentuh wilayah mereka. Program Brigade Pangan dan Gempaten yang berjalan di Sajau Hilir, misalnya, belum sampai ke desa mereka. Bantuan cetak sawah dan alat pertanian masih sekadar janji.
Andhika berharap pemerintah daerah dan perusahaan sekitar tidak tinggal diam. “Masyarakat butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji atau formalitas,” tegasnya.




