WARTA, NUNUKAN — Persoalan pendidikan di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan masih menyisakan pekerjaan rumah. Bukan hanya soal proses belajar mengajar, sejumlah sekolah di kawasan Lumbis hingga Lumbis Ogong masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar.
Kondisi tersebut menjadi perhatian anggota DPRD Nunukan, Dr. Hendrawan, S.Pd., M.Pd., saat melakukan kunjungan kerja untuk memantau infrastruktur pendidikan di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Senin (28/9/2026).
Salah satu kondisi yang ditemui cukup memprihatinkan terjadi di SMP Negeri 1 Lumbis Pansiangan. Sekolah tersebut hingga kini belum memiliki gedung sendiri. Kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan fasilitas SD Negeri 1 Lumbis Pansiangan.
Keterbatasan ruang membuat kedua satuan pendidikan harus mengatur jadwal belajar secara bergantian. Situasi itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Dalam kunjungan tersebut, Hendrawan berdialog dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Ia juga melihat langsung lokasi yang telah disiapkan untuk pembangunan gedung baru SMP Negeri 1 Lumbis Pansiangan.
Rencana pembangunan gedung sekolah baru disebut masuk dalam agenda pembangunan pada 2027. Bagi Hendrawan, rencana tersebut perlu dikawal sejak tahap perencanaan agar kebutuhan sekolah di kawasan perbatasan benar-benar terealisasi.
“Yang penting rencana pembangunan ini terus dikawal. Jangan sampai berhenti pada tahap perencanaan,” menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.
Lokasi yang disiapkan untuk gedung SMP berada di sekitar kawasan permukiman masyarakat. Posisi tersebut dinilai dapat memberikan kemudahan akses bagi siswa sekaligus mendekatkan sekolah dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Namun, kebutuhan pendidikan di Lumbis Pansiangan ternyata cukup beragam. SD Negeri 1 Lumbis Pansiangan juga masih membutuhkan tambahan ruang kelas dan rumah bagi guru.
Sekolah tersebut mengusulkan tiga ruang kelas baru untuk mengantisipasi kebutuhan belajar siswa. Sementara fasilitas rumah guru diperlukan untuk mendukung keberadaan tenaga pendidik yang bertugas di kawasan pelosok.
Persoalan tersebut turut disampaikan masyarakat dalam pertemuan yang digelar pada malam hari. Warga berharap pembangunan SMP baru dapat berjalan sesuai rencana, sementara pihak sekolah meminta kebutuhan sarana pendidikan tingkat dasar turut menjadi perhatian pemerintah.
Di tengah berbagai keterbatasan fasilitas, Hendrawan juga mengapresiasi keberadaan para guru yang tetap menjalankan tugas di wilayah perbatasan.
Kehadiran dan komitmen tenaga pendidik dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan. Namun, dukungan fasilitas tetap dibutuhkan agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal.
Masalah Tak Hanya di Lumbis Pansiangan
Persoalan infrastruktur pendidikan juga ditemukan saat kunjungan dilanjutkan ke sejumlah sekolah lainnya.
Di salah satu sekolah dasar di Desa Tukulon, misalnya, bagian belakang area sekolah mengalami longsor. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keamanan lingkungan sekolah sehingga diperlukan pembangunan bronjong sebagai langkah pengamanan.
Sementara itu, SMP Negeri 1 Lumbis Ogong juga membutuhkan perhatian. Sejumlah bagian lantai kantor dan perpustakaan mengalami kerusakan. Kondisi plafon serta bagian tepi atap juga membutuhkan perbaikan.
Kondisi serupa terlihat di SD Negeri 1 Lumbis Ogong. Sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan, sementara beberapa ruangan masih memanfaatkan sekat sebagai pembatas ruang.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pendidikan di wilayah perbatasan tidak sebatas pembangunan gedung baru.
Perbaikan bangunan, penambahan ruang kelas, penyediaan rumah guru hingga pengamanan lingkungan sekolah menjadi bagian yang saling berkaitan dalam mendukung kualitas layanan pendidikan.
Hendrawan menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan untuk mengawal berbagai kebutuhan tersebut.
Upaya tersebut diharapkan dapat memastikan persoalan yang ditemukan di lapangan tidak berhenti sebagai catatan kunjungan, tetapi berlanjut pada perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan pembangunan dan perbaikan.
Bagi wilayah perbatasan seperti Lumbis dan sekitarnya, keberadaan fasilitas pendidikan yang layak menjadi bagian penting dalam membuka akses belajar sekaligus memastikan anak-anak di pelosok memperoleh layanan pendidikan yang memadai.




