WARTA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memperkuat fondasi manajemen talenta untuk memastikan pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) berjalan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan potensi.
Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan expose Manajemen Talenta ASN Pemprov Kaltara di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Selasa (1/9).
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengatakan manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk membangun sistem pembinaan ASN yang lebih terarah sekaligus menyiapkan calon pemimpin birokrasi di masa mendatang.
Menurutnya, melalui pemetaan talenta, pemerintah dapat mengetahui potensi, kompetensi, kinerja, serta kebutuhan pengembangan setiap ASN.
Namun, Zainal menegaskan, data hasil pemetaan tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Data tersebut harus menjadi dasar dalam mengambil keputusan terkait pembinaan dan pengembangan karier ASN.
“Data ini harus benar-benar digunakan untuk pembinaan ASN, sehingga pengembangan karier dan kebutuhan organisasi bisa berjalan lebih tepat,” kata Zainal.
Hingga saat ini, Pemprov Kaltara telah melakukan asesmen terhadap 2.356 ASN menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) dan Pro ASN.
Hasil asesmen kemudian dipetakan melalui 9-Box Matrix untuk melihat posisi, potensi, serta tingkat kesiapan masing-masing ASN dalam pengembangan karier.
Pemetaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem manajemen talenta yang objektif dan berbasis data.
Secara keseluruhan, Pemprov Kaltara memiliki 6.029 ASN, terdiri dari 4.109 PNS dan 1.920 PPPK yang tersebar di 34 perangkat daerah.
Zainal menuturkan, penerapan manajemen talenta diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan pengembangan kompetensi ASN. Termasuk mengidentifikasi aparatur yang memiliki potensi untuk dipersiapkan mengisi jabatan strategis.
Hasil pemetaan selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar penyusunan Individual Development Plan (IDP) serta perencanaan suksesi jabatan.
23 Kandidat Suksesor Disiapkan
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., menjelaskan implementasi manajemen talenta di Kaltara kini mulai bergerak dari sekadar pemetaan menuju tahap pengembangan dan penyiapan suksesor.
Dari hasil pemetaan tersebut, Pemprov Kaltara telah menyiapkan 23 kandidat suksesor untuk memenuhi kebutuhan jabatan JPT Pratama dan Administrator.
“Pemetaan ini menjadi dasar untuk melihat siapa yang memiliki potensi dan kesiapan untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan organisasi,” jelas Denny.
Menurutnya, proses pemilihan kandidat dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan hasil wawancara, presentasi, rekam jejak, serta kompetensi masing-masing ASN.
Proses tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 100.3.3.1/326/2026.
Denny menegaskan, manajemen talenta bukan sekadar mekanisme untuk mencari orang yang akan menduduki jabatan. Lebih dari itu, sistem ini diarahkan untuk memastikan setiap posisi strategis diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi dan potensi sesuai kebutuhan organisasi.
“Tujuannya bukan hanya menempatkan seseorang pada jabatan, tetapi memastikan orang yang dipilih memiliki kompetensi dan potensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi,” katanya.
BKN Apresiasi Langkah Kaltara
Kepala BKN, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., mengapresiasi langkah Pemprov Kaltara dalam mengembangkan manajemen talenta ASN.
Menurutnya, sistem tersebut menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi profesional karena pengembangan karier ASN harus berlandaskan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.
“Manajemen talenta bukan hanya persoalan administrasi. Yang paling penting adalah memastikan pengembangan karier ASN dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi dan kinerja,” ujarnya.
Zudan berharap sistem manajemen talenta yang dikembangkan Kaltara dapat terus diperkuat sehingga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ASN sekaligus meningkatkan kualitas birokrasi.
Pemprov Kaltara pun berkomitmen melanjutkan pengembangan sistem tersebut, sehingga pengelolaan ASN semakin terencana, objektif, dan transparan.
Dengan fondasi pemetaan ribuan ASN serta penyiapan kandidat suksesor, manajemen talenta diharapkan menjadi pijakan bagi Kaltara untuk membangun birokrasi yang tidak hanya kuat secara administrasi, tetapi juga memiliki kader pemimpin yang siap menghadapi kebutuhan pembangunan daerah di masa depan.




