WARTA, JAKARTA – Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif terus diperkuat. Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., membawa sejumlah usulan strategis saat melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Selasa (21/7).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur didampingi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H.. Keduanya memaparkan potensi besar ekonomi kreatif Kaltara yang didukung kekayaan budaya, talenta muda, serta destinasi wisata alam yang terus berkembang.
Di hadapan Menekraf, Gubernur Zainal menjelaskan bahwa banyak pelaku ekonomi kreatif di Kaltara telah menghasilkan karya berkualitas, mulai dari musisi, desainer, hingga pelaku UMKM kreatif. Namun, sebagian besar masih menghadapi tantangan dalam perlindungan hak cipta dan perluasan akses pasar.
“Banyak musisi dan desainer kita memiliki karya yang sangat baik, tetapi belum didaftarkan hak kekayaan intelektualnya. Sangat disayangkan apabila karya-karya tersebut tidak memperoleh perlindungan hukum,” ujar Gubernur.
Karena itu, salah satu usulan utama yang disampaikan adalah pelaksanaan Safari Kekayaan Intelektual, yakni program pendampingan dan fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) secara gratis bagi pelaku ekonomi kreatif melalui dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif.
Selain itu, Gubernur juga mengusulkan penguatan infrastruktur digital di desa-desa kreatif. Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di wilayah terpencil yang mengalami keterbatasan akses internet sehingga belum mampu memasarkan produk secara optimal melalui platform digital.
“Jika akses internet semakin baik, para pelaku usaha akan lebih mudah memasarkan produknya, mengikuti pelatihan secara daring, dan meningkatkan daya saing usahanya,” katanya.
Usulan strategis lainnya adalah pembangunan Rumah Kreatif Kaltara, sebuah pusat aktivitas ekonomi kreatif yang menjadi wadah kolaborasi, pelatihan, promosi, hingga pemasaran karya kreatif dari lima kabupaten dan kota di Kalimantan Utara.
“Kami ingin menghadirkan satu rumah besar bagi para pelaku ekonomi kreatif Kaltara untuk terus berkolaborasi dan berkembang,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memperkenalkan sejumlah agenda unggulan daerah yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, seperti Kaltara Begimpor, ajang lomba lari yang telah menarik peserta mancanegara, serta Benuanta Fest, festival tahunan yang menampilkan kekayaan seni, budaya, dan kreativitas generasi muda Kaltara.
Tak hanya itu, potensi wisata alam juga menjadi perhatian. Gubernur memperkenalkan Goa Berlapis, destinasi unik yang memiliki stalaktit dan stalagmit yang menghasilkan bunyi bernada ketika dipukul, sehingga berpotensi menjadi daya tarik wisata unggulan berbasis geowisata.
“Goa ini memiliki keunikan yang sangat langka. Kami berharap pengelolaannya dapat terus ditingkatkan agar menjadi destinasi wisata unggulan yang dikenal lebih luas,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya memberikan apresiasi atas langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Menurutnya, Kaltara menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan melalui perlindungan karya, peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan ruang kreatif, hingga penguatan pemasaran digital.
Audiensi itu menjadi langkah awal mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong pelaku ekonomi kreatif Kalimantan Utara semakin berkembang, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menembus pasar nasional maupun internasional.




