WARTA, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai mempercepat implementasi SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) sebagai strategi menghubungkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan kebutuhan industri di Kawasan Industri Tanah Kuning–Mangkupadi.
Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., bersama jajaran perangkat daerah ke kawasan PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Kabupaten Bulungan, Kamis (9/7).
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga langkah awal membangun kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pengelola kawasan industri agar UMKM lokal dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri yang terus berkembang di Kaltara.
Dalam kesempatan itu, Denny mempresentasikan konsep SINERGI Kaltara kepada jajaran manajemen PT KIPI, yang dihadiri E&S Manager PT KIPI Wisnu Sugesti serta Project Manager Head Office PT KIPI Noka Prihasto yang mengikuti kegiatan secara daring.
Usai pemaparan, rombongan meninjau langsung kawasan industri, termasuk area yang disiapkan bagi pelaku UMKM. Sekda juga berdialog dengan sejumlah pelaku usaha yang telah menjalankan aktivitas di kawasan tersebut untuk mendengarkan berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi.
“Saya sangat bersemangat karena sejak tiba di KIPI kami disambut dengan baik. Program SINERGI Kaltara juga mendapat respons yang sangat positif dari manajemen perusahaan,” ujar Denny.
Ia mengungkapkan, hasil diskusi menunjukkan PT KIPI telah menjalankan berbagai program pemberdayaan UMKM di sekitar kawasan industri. Perusahaan juga memaparkan kebutuhan industri yang berpotensi dipenuhi oleh pelaku usaha lokal apabila didukung melalui program yang terintegrasi.
“Kami melihat langsung bagaimana PT KIPI memberikan ruang bagi UMKM di kawasan Tanah Kuning, Mangkupadi hingga Tanjung Selor. Ini menjadi peluang besar yang harus kita manfaatkan bersama,” katanya.
Menurut Denny, kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting agar investasi besar yang masuk ke Kalimantan Utara dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kaltara bersama PT KIPI akan melakukan pemetaan kebutuhan industri dan potensi UMKM secara menyeluruh. Data tersebut akan diintegrasikan melalui sistem SINERGI Kaltara sehingga pelaku usaha lokal dapat dipersiapkan sesuai kebutuhan pasar industri.
“Seluruh data akan kita sinkronkan, mulai dari kebutuhan industri hingga kemampuan UMKM. Dengan begitu, pelaku usaha kita memiliki peluang yang lebih besar untuk masuk ke rantai pasok kawasan industri,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, sekitar 51.840 UMKM di Kalimantan Utara diharapkan tidak hanya menjadi penonton di tengah derasnya investasi, tetapi mampu menjadi mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kawasan Industri Tanah Kuning.
Selain mempertemukan pelaku usaha dengan kebutuhan industri, program SINERGI Kaltara juga akan mendorong peningkatan kualitas UMKM, mulai dari legalitas usaha, kapasitas produksi, standardisasi produk, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Denny optimistis, apabila implementasi SINERGI Kaltara berjalan sesuai rencana, model kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan pengembangan UMKM dengan investasi industri.
“Insyaallah kita mulai dari KIPI sebagai pilot project. Setelah itu akan dikembangkan ke kawasan-kawasan lainnya. Harapan kami, UMKM Kaltara bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri, tetapi juga menembus pasar internasional,” pungkasnya.




