spot_img
More
    spot_img

    Pemerintah Pusat dan PLN Sambut Positif Usulan PLTS untuk 17 Desa di Kaltara, Pembangunan Ditargetkan Mulai Tahun Ini

    WARTA, TANJUNG SELOR – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperluas akses listrik hingga ke wilayah pedalaman dan perbatasan mendapat angin segar. Usulan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 17 desa terpencil yang diajukan Pemprov Kaltara memperoleh respons positif dari pemerintah pusat dan PT PLN (Persero), dengan target pelaksanaan dimulai pada tahun 2026.

    Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Program Listrik Desa (Lisdes) Tahun 2026 yang digelar di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Senin (25/5). Dalam pertemuan itu, Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Yoshua Batara Payangan menyerahkan langsung usulan pembangunan PLTS untuk desa-desa yang hingga kini belum menikmati layanan listrik secara optimal.

    Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yoshua Batara Payangan, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Kaltara untuk mempercepat pemerataan energi listrik, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan terluar dan sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

    “Usulan yang kami sampaikan mendapat tanggapan positif dari PLN maupun pemerintah pusat. Saat ini prosesnya memasuki tahap verifikasi administrasi dan kajian teknis. Kami berharap pembangunan dapat mulai direalisasikan pada tahun ini,” ujar Yoshua, Selasa (26/5).

    Menurutnya, penggunaan PLTS menjadi pilihan yang paling realistis dan efisien untuk menjawab kebutuhan listrik di desa-desa terpencil yang terkendala akses geografis dan belum memungkinkan terhubung ke jaringan utama PLN.

    Dari total 17 desa yang diusulkan, tiga desa berada di Kabupaten Malinau, yakni Desa Lung Barang dan Desa Lung Simau di Kecamatan Mentarang Hulu, serta Desa Long Lake di Kecamatan Malinau Selatan Hulu.

    Sementara itu, 14 lokasi lainnya berada di Kabupaten Nunukan, meliputi Desa Tang Paye, Long Kelupan, dan Long Rungan di Kecamatan Krayan Tengah; Desa Panas, Langgason, Tantalujuk, Tambalang Hulu, Kuyo, dan Bokok di Kecamatan Lumbis Pansiangan; serta Desa Pelaju, Pelaju Kecil RT 04, Tagul, Tepian, dan Dusun Labion di Kecamatan Sembakung.

    Baca Juga:  Anggota DPRD Nunukan H. Firman Latif Siap Usulkan Sistem Resi Gudang untuk Tekan Fluktuasi Harga Komoditas

    Yoshua menegaskan, kehadiran listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

    “Listrik akan mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pengembangan usaha masyarakat. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan PLN dan pemerintah pusat agar seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal dan manfaatnya segera dirasakan warga,” pungkasnya.

    Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah sekaligus mempercepat terwujudnya pemerataan akses energi di seluruh pelosok Kalimantan Utara.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU