WARTA, TANJUNG SELOR – Wajah baru Lapangan Tenis Ahmad Yani kini menjadi simbol kebangkitan semangat olahraga di Kalimantan Utara. Peresmian fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, pada Kamis (30/4), sekaligus menandai dibukanya Turnamen Tenis Lapangan Piala Gubernur Kaltara 2026.
Suasana penuh antusiasme menyelimuti lokasi acara. Lapangan yang telah diperbarui itu kini diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus ruang aktivitas positif bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menegaskan bahwa keberadaan fasilitas olahraga memiliki peran strategis dalam mencetak atlet berprestasi.
“Lapangan ini harus dimanfaatkan untuk pembinaan dan kegiatan positif masyarakat,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bulungan atas dukungan dalam perbaikan fasilitas tersebut, yang dinilai sebagai bentuk sinergi nyata dalam memajukan olahraga daerah.
Menurutnya, olahraga tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga sarana membangun karakter—mulai dari disiplin, sportivitas, hingga semangat pantang menyerah. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan olahraga yang berkelanjutan, merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, guna mendorong atlet Kaltara mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Turnamen tenis yang akan berlangsung beberapa hari ke depan ini diikuti berbagai kalangan, dari atlet berprestasi hingga pemain lokal. Ajang ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan hasil latihan yang telah dijalani.
Gubernur Zainal turut menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Persatuan Lawn Tennis Indonesia, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia atas kontribusi mereka dalam pengembangan olahraga tenis di daerah.
Ia pun berpesan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
“Saya berharap, dari lapangan ini akan lahir atlet-atlet tenis yang mampu membawa nama Kaltara ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol peresmian, dilanjutkan dengan peninjauan lapangan yang kini siap menjadi pusat aktivitas olahraga di Bumi Benuanta.




