AnWARTA, NUNUKAN – Jabatan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tak membuat Arming menjaga jarak dengan masyarakat. Di tengah kesibukannya mengurus kebijakan publik, politisi PDI Perjuangan ini memilih untuk tetap turun tangan langsung dalam urusan kemanusiaan, terutama saat warga sedang tertimpa musibah.
Salah satu aksi nyata yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah penyediaan perlengkapan pemulasaraan jenazah atau fardu kifayah secara gratis. Bekerja sama dengan Toko Samsul, Arming memastikan bahwa warga yang sedang berduka tidak perlu lagi dipusingkan oleh biaya dan ketersediaan perlengkapan pemakaman.
”Saya pribadi ingin memastikan bahwa di saat kehilangan orang terkasih, beban keluarga tidak semakin bertambah. Semua perlengkapan sudah saya siapkan di Toko Samsul. Warga silakan datang ke sana, semua gratis agar proses pemakaman bisa berjalan dengan tenang dan lancar,” ujar Arming pada Rabu (25/3/2026).
Bagi Arming, esensi menjadi wakil rakyat bukan sekadar berdebat di meja rapat, melainkan hadir di ruang tamu warga saat mereka membutuhkan pertolongan.
Tak hanya fokus pada urusan kedukaan, Arming juga menaruh perhatian besar pada kualitas hidup jangka panjang konstituennya. Saat ini, ia tengah memperjuangkan aspirasi perbaikan rumah bagi keluarga yang tinggal di hunian tidak layak melalui program rehabilitasi rumah dari pemerintah.
Di sektor pendidikan, ia juga aktif menjembatani akses beasiswa bagi mahasiswa berprestasi namun terkendala ekonomi. Ia berharap tidak ada anak muda di Nunukan yang harus putus sekolah hanya karena masalah biaya.
”Hati saya ingin menyentuh setiap aspek kehidupan mereka. Mulai dari memastikan rumah yang layak huni, hingga membuka jalan bagi anak-anak kita meraih cita-cita melalui pendidikan setinggi-tingginya,” tuturnya penuh optimisme.
Melalui berbagai inisiatif personal ini, Arming membuktikan bahwa kedekatan antara pejabat dan rakyat bukan hanya retorika belaka, melainkan bentuk pengabdian nyata sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Nunukan.




