spot_img
More
    spot_img

    Debit Sungai Sembakung Naik, 23 Fasilitas Umum Tergenang

    WARTA, NUNUKAN – Debit air Sungai Sembakung terus meningkat sejak 26 Februari 2026, menyebabkan genangan meluas ke permukiman dan fasilitas umum. Sedikitnya 23 unit fasilitas umum dilaporkan terendam, sementara aktivitas warga di sejumlah desa lumpuh.

    Di wilayah Sembakung, air mulai merambat ke jalan penghubung antar desa dan masuk ke lantai rumah warga. Arus sungai yang deras membawa kayu gelondongan dan lumpur, mempercepat peluapan ke kawasan rendah.

    Sebagian warga memilih bertahan di rumah panggung, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat di dataran yang lebih tinggi.

    Camat Sembakung, Agus Arif Darmawan, mengungkapkan tinggi muka air telah mencapai 4,60 meter dan masih berpotensi bertambah.

    “Titik ukur menunjukkan angka 4,60 meter dan masih bisa naik. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada serta segera mengamankan barang berharga dan dokumen penting,” ujarnya di posko kecamatan, dikutip https://berita.nunukankab.go.id/.

    Aparat kecamatan bersama perangkat desa melakukan pemantauan intensif ke titik terdampak. Pendataan juga difokuskan pada kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, dan ibu hamil yang membutuhkan penanganan khusus.

    Untuk membantu mobilitas warga, tim mengoordinasikan penggunaan perahu milik masyarakat di area yang akses jalannya sudah tertutup genangan.

    Banjir kini meluas di sepanjang bantaran Sungai Sembakung, mencakup wilayah Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, hingga Sembakung. Kiriman air dari hulu mempercepat kenaikan debit di daerah hilir, sehingga genangan merata di desa-desa dengan kontur tanah rendah.

    Sejumlah bangunan sekolah, rumah ibadah, dan balai pertemuan warga tak dapat difungsikan sementara karena air masuk hingga ke ruang utama. Kegiatan belajar mengajar dihentikan, sementara pelayanan publik dialihkan ke gedung yang lebih aman.

    Baca Juga:  Ketua DPRD Kaltara Apresiasi Terobosan Mahasiswa UBT di Borneo Edu Fest

    Pemerintah Kabupaten Nunukan telah menetapkan status tanggap darurat melalui rapat yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah pada Jumat (27/2/2026) pukul 14.30 Wita. Status tersebut memungkinkan percepatan distribusi logistik serta pengerahan personel bantuan ke lokasi terdampak.

    Warga diimbau terus memantau perkembangan tinggi muka air dan segera melapor kepada aparat setempat jika kondisi semakin memburuk.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU