WARTA, TANJUNG SELOR – Era laporan pembangunan berbasis kertas mulai ditinggalkan oleh Pemprov Kalimantan Utara. Melalui Biro Administrasi Pembangunan, Kaltara kini memperkuat sistem monitoring melalui aplikasi e-Bang untuk memastikan setiap rupiah APBD terserap dengan efektif dan transparan.
Aplikasi digital ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara Biro Adpem dengan seluruh OPD di Kaltara. Tak sekadar aplikasi penginputan data, e-Bang berperan sebagai sarana evaluasi krusial untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di Bumi Benuanta.
Berly, Kabag TU Biro Adpem Kaltara, menjelaskan bahwa inovasi digital ini lahir untuk memutus rantai keterlambatan yang selama ini dipicu oleh pelaporan manual yang tidak sinkron.
“Upaya mempercepat realisasi anggaran menjelang akhir tahun kini jauh lebih optimal dan efisien berkat sistem ini,” jelasnya. Dengan sistem digital yang lebih presisi, Pemprov Kaltara optimis realisasi APBD mampu menembus angka 80 persen pada penutupan tahun 2025.




