WARTA, TANJUNG SELOR — Menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara memperketat pemeriksaan keselamatan pelayaran melalui ramp check di Pelabuhan Speedboat Reguler Tanjung Selor. Pemeriksaan melibatkan tim gabungan dari BPTD, KSOP, SUP, dan sejumlah instansi terkait.
Plh Kabid Pelayaran Operasional Dishub Kaltara, Massahara, mengatakan ramp check dilakukan untuk memastikan seluruh armada memenuhi standar keselamatan sebelum mengangkut penumpang. Namun, petugas masih menemukan sejumlah peralatan keselamatan yang tidak layak pakai.
“Ditemukan life jacket dan life buoy dalam kondisi rusak dan tidak lagi memenuhi syarat. Ada yang robek, patah, bahkan tidak bisa mengapung sebagaimana mestinya,” jelas Massahara, Selasa (25/11/2025).
Ia menegaskan, perlengkapan yang sudah tidak layak langsung ditarik dan operator diwajibkan melakukan penggantian dalam waktu singkat. Selain itu, tim juga menemukan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang telah melewati masa berlaku.
“APAR yang kedaluwarsa harus segera diganti. Kami sudah menyampaikan langsung kepada operator kapal,” ujarnya.
Selain fisik kapal dan perangkat keselamatan, pemeriksaan juga mencakup dokumen administrasi. Sejumlah dokumen diketahui masih dalam proses perpanjangan akibat peralihan kewenangan dari IPTD ke KSOP. Meski begitu, proses tetap berjalan normal dan operator diberi waktu hingga 12 Desember untuk memenuhi kekurangan.
Massahara menambahkan, Dishub Kaltara memberi batas waktu dua hingga tiga hari untuk perbaikan dan penggantian alat keselamatan yang bermasalah. Ramp check ini, tegasnya, menjadi langkah penting memastikan seluruh speedboat benar-benar siap melayani masyarakat di akhir tahun.
“Kalau semua aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelengkapan dokumen terpenuhi, kapal akan ditempeli stiker tanda siap operasi dan dapat memperoleh Surat Kelaikan Berlayar (SKB),” terangnya.
Operator yang tidak segera memenuhi persyaratan tidak akan mendapatkan stiker maupun izin berlayar, sehingga tidak bisa beroperasi.
“Melalui ramp check ini, kami berharap transportasi perairan, terutama layanan speedboat reguler, bisa berjalan lebih aman dan lancar menjelang Nataru,” tutupnya.




