spot_img
More
    spot_img

    DKPP Nunukan Jelaskan Mekanisme dan Tantangan Distribusi Pupuk Subsidi

    WARTA, NUNUKAN — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan memaparkan secara rinci mekanisme dan kondisi distribusi pupuk bersubsidi dalam wawancara bersama LPP-RRI, Rabu (19/11/2025). Dialog yang berlangsung di Kantor DKPP Nunukan ini turut menghadirkan agen pengecer pupuk untuk menjelaskan situasi lapangan secara langsung.

    Kepala DKPP Nunukan, Masniadi, S.Hut., M.AP., menugaskan Kepala Bidang Penyuluhan, Anthonia Tangdi Kamma, SP., M.AP., untuk mewakili dan memaparkan kebijakan terkait pupuk subsidi. Anthonia menjelaskan bahwa pengajuan pupuk subsidi dilakukan oleh petani melalui kelompok tani yang telah terdaftar dalam aplikasi SIMLUHTAN.

    “Petani mengajukan kebutuhan pupuk melalui penyusunan RDKK, tentu dengan pendampingan penyuluh di wilayah masing-masing,” jelasnya.

    Dalam dialog, moderator RRI, Rusdi, menanyakan kondisi ketersediaan, pengambilan, dan alur distribusi pupuk di Nunukan. Menjawab hal tersebut, Rustam selaku agen pupuk menerangkan bahwa kondisi geografis Nunukan menjadi tantangan besar dalam pendistribusian.

    “Kondisi wilayah kita berbeda dengan daerah lain. Pupuk harus kami kirim melalui pelabuhan-pelabuhan kecil, salah satunya di Sei Menggaris,” ungkapnya.

    Ibu Nia, agen lainnya, menambahkan bahwa wilayah Krayan hingga kini belum dapat didistribusikan pupuk bersubsidi karena akses hanya melalui jalur udara menggunakan pesawat, sehingga tidak memungkinkan untuk pengangkutan pupuk.

    Selain itu, beberapa wilayah seperti Sebuku, Sembakung, dan Lumbis, pada tahun ini tidak menerima kuota pupuk subsidi karena tidak mengajukan usulan kebutuhan.

    DKPP menegaskan bahwa harga pupuk di tingkat pengecer telah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, pengawasan di tingkat petani masih menjadi tantangan tersendiri.

    “Apakah harga di tingkat petani sudah sesuai HET? Ini sulit dipastikan. Kami tidak menutup mata bahwa potensi penyimpangan tetap ada. Penyuluh terus kami minta untuk melakukan sosialisasi dan pemantauan,” jelas perwakilan DKPP.

    Baca Juga:  Tanggapi Pandangan Fraksi, Pj Sekprov: RPJMD Kaltara Jawab Kebutuhan Riil Masyarakat

    Di akhir wawancara, DKPP mendorong pengawasan bersama dari seluruh pihak agar pupuk subsidi benar-benar tepat sasaran dan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Nunukan.

    “Ke depan, kita semua harus ikut mengawasi agar pupuk subsidi digunakan sebagaimana mestinya,” tutupnya.(*)

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU