WARTA, TARAKAN — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara, H. Idham Chalid, S.Pi., M.P melalui Plh Kepala Bidang (Kabid) Pelayaran Operasional Dishub Kaltara Massahara mengakui adanya keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan memaksimalkan personel yang ada untuk menangani masalah kebersihan dan perparkiran terutama di tahun anggaran 2025.
“Kami menyoroti peran pengguna jasa, meminta mereka untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan fasilitas umum,” ungkapnya Rabu (19/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa saat ini belum ada penambahan SDM untuk tahun anggaran 2025 yang berarti mereka harus memaksimalkan staf dan CS (Cleaning Service) yang sudah ada, termasuk mengatur ulang anggota untuk melakukan pengawasan.
“Kami masih memaksimalkan SDM kami yang ada. Tidak ada penambahan personel di APBD Perubahan,” ucapnya.
Terutama soal sampah pada area parkir. Dishub secara khusus menyoroti masalah sampah di area drop zone atau perparkiran.
“Setelah dilakukan monitoring, ditemukan bahwa banyak sampah dibuang oleh pengguna jasa yang berasal dari mobil-mobil,” bebernya.
Terkait hal ini, dirinya menyampaikan pesan penting masalah kebersihan adalah tanggung jawab bersama, sesuai dengan porsinya masing-masing.
“Pengguna jasa diminta untuk membuang sampah pada tempatnya. Kami upaya penambahan tempat sampah di area parkir yang menjadi lokasi pembuangan,” tuturnya.
Meskipun menghadapi kondisi efisiensi anggaran, kata dia Dishub berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik dan berupaya menjaga kebersihan.
“Pengawasan kebersihan di area tertentu akan diperkuat, dengan rencana pemeriksaan sebanyak dua kali sehari,” imbuhnya.
Terutama penambahan mitra-mitra terkait juga bagi dia dimohon untuk ikut serta menjaga kebersihan di lingkungan bersama.
“Mengenai penambahan personel untuk tahun 2026, hal tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan bergantung pada kondisi anggaran,” ungkapnya.
Dishub Kaltara mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan fasilitas umum.(RP/*)




