WARTA, TANJUNG SELOR – Warga Patag, Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, kembali menyuarakan keluhan mereka terkait kondisi infrastruktur yang tak kunjung mendapat perhatian pemerintah daerah. Jalan rusak, minim penerangan, hingga sulitnya akses air bersih menjadi persoalan utama yang mereka hadapi.
Seorang warga, Daniel, bersama rombongan warga lainnya mendatangi rumah anggota DPRD Bulungan, Abdul Wahid Amudi, untuk menyampaikan aspirasi. Ia mengungkapkan, pengusulan perbaikan jalan sebenarnya sudah dilakukan sejak 2007, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
“Usulan ini sudah berulang kali kami sampaikan, baik melalui dewan maupun pemerintah desa, tapi belum pernah terealisasi. Kami berharap jangan sampai wilayah kami dianaktirikan. Kalau daerah lain bisa disemenisasi, seharusnya di Patag juga sama,” kata Daniel.
Menurutnya, keluhan tersebut bahkan pernah disampaikan ke Bupati Bulungan saat masih dijabat Anang Dahlan, namun tetap tidak ada tindak lanjut. Hal ini membuat warga semakin resah, apalagi kondisi jalan yang rusak parah sering menyulitkan aktivitas sehari-hari.
Menanggapi aspirasi itu, Abdul Wahid Amudi memastikan bahwa usulan warga Patag sudah masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tanjung Palas Utara. Ia berkomitmen memperjuangkan realisasinya pada tahun 2026.
“Jalan di Patag memang harus diaspal agar anak-anak bisa berangkat sekolah dengan aman. Selain itu, kampung Patag juga perlu penerangan jalan dan akses air bersih. Insya Allah, tahun 2026 kita rencanakan penyambungan jaringan air bersih dari Desa Pimping ke Patag agar warga tidak lagi bergantung pada sungai,” jelas Wahid.
Ia menegaskan, aspirasi warga akan terus diperjuangkan melalui DPRD agar masuk dalam prioritas pembangunan daerah. Dengan begitu, kualitas hidup masyarakat Patag dapat meningkat dan tidak lagi tertinggal dari wilayah lain di Bulungan.




