Melalui Temu Bisnis Terarah SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) bertema “Kemitraan Kebutuhan Industri dengan Ketersediaan UMKM Lokal” di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (18/8/2026), pemerintah daerah dinilai telah mengambil langkah nyata untuk membuka akses pasar bagi pengusaha lokal.
Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Berry Fauzi, mengatakan pendekatan Pemprov Kaltara berbeda karena tidak berhenti pada pembinaan UMKM, tetapi berani mempertemukan langsung pengusaha lokal dengan perusahaan besar sebagai calon mitra dan pasar.
“Selama 15 tahun menjadi ASN, kami baru menyaksikan pemerintah provinsi yang langsung melakukan intervensi kepada perusahaan besar untuk bisa mengayomi UMKM,” ungkap Berry.
Menurutnya, pola kemitraan seperti yang dibangun melalui SINERGI Kaltara penting untuk menciptakan rantai pasok daerah yang lebih kuat. UMKM, kata dia, tidak cukup hanya dibekali kemampuan produksi, tetapi juga harus memiliki akses terhadap pasar dan mengetahui secara langsung kebutuhan industri.
Berry bahkan menyebut SINERGI Kaltara memiliki peluang besar untuk dikolaborasikan dengan berbagai program strategis Kementerian UMKM.
Salah satunya SAPA UMKM, yang dapat mendukung pelaku usaha dalam berbagai kebutuhan, termasuk pengurusan legalitas dan perizinan.
“Alangkah luar biasanya inovasi Pak Sekda. Apa yang menjadi persyaratan industri ini dipatuhi,” ujarnya.
SINERGI Kaltara Dinilai Sejalan dengan Program Nasional
Selain SAPA UMKM, Berry menyebut program Holding UMKM juga memiliki kesesuaian dengan konsep SINERGI Kaltara. Program tersebut mendorong pengusaha kecil untuk tumbuh bersama, membangun kekuatan kolektif, dan meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan industri.
Berry menilai keterhubungan antara UMKM, pemerintah daerah, dan industri menjadi kunci agar informasi mengenai kebutuhan pasar dapat diterima lebih cepat oleh pengusaha.
“Kalau UMKM kita tidak terbentuk dalam komunitas dan terkoordinasi dengan dinas, informasi akan lambat tentang perkembangan kebutuhan usaha,” katanya.
Kementerian UMKM, lanjut Berry, siap memberikan pendampingan dan pelatihan bagi UMKM di Kaltara. Dukungan tersebut diarahkan agar pengusaha lokal semakin siap memenuhi standar industri sekaligus memperluas akses pasar.
“Kalau ada UMKM yang membutuhkan pembinaan, kami siap melatih di Kaltara. Kami siapkan wadahnya,” ujarnya.
Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
Berry juga mendorong agar produk UMKM semakin mudah masuk ke pasar ritel modern. Menurutnya, kemudahan akses pasar merupakan bagian penting untuk membawa produk lokal berkembang dari pasar daerah menuju pasar nasional bahkan internasional.
Ia menyampaikan, jumlah usaha mikro dan kecil mencapai sekitar 267 ribu unit, meningkat sekitar 14 persen dibandingkan 2022 di wilayah Kaltara. Besarnya potensi tersebut perlu diikuti penguatan legalitas, manajemen usaha, kualitas produk, hingga kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.
Karena itu, Kementerian UMKM siap menjaga konektivitas dengan Pemprov Kaltara agar program pemberdayaan dan penguatan rantai pasok dapat berjalan secara berkelanjutan.
Bagi Berry, SINERGI Kaltara menunjukkan bahwa pemerintah daerah dapat mengambil peran lebih aktif dalam menciptakan ekosistem usaha yang mempertemukan kepentingan industri besar dengan kekuatan pengusaha lokal.
Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk naik kelas. Dari yang sebelumnya hanya menjadi sasaran pembinaan, pengusaha lokal didorong menjadi mitra strategis dan bagian dari rantai pasok industri besar di Kaltara.




