spot_img
More
    spot_img

    Kaltara Perkuat Tata Kelola Pertambangan Berkelanjutan

    WARTA, TANJUNG SELOR – Sektor pertambangan mineral dan batubara menjadi salah satu bagian penting dalam perekonomian daerah. Namun, pemanfaatan kekayaan alam tersebut harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan, keselamatan kerja, serta kepentingan masyarakat.

    Di Kalimantan Utara (Kaltara), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperkuat peran Bidang Mineral dan Batubara untuk mendorong tata kelola pertambangan yang tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

    Kepala Dinas ESDM Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya mineral dan batubara harus dilaksanakan dengan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

    “Pengelolaan mineral dan batubara tidak sekadar mengejar target investasi atau kontribusi ekonomi, melainkan bagaimana kita memastikan setiap tahapan, mulai dari perizinan, eksplorasi hingga pascatambang, menjunjung tinggi standar perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ferdy di Tanjung Selor, Rabu (30/9).

    Menurutnya, pengawasan sektor pertambangan mencakup berbagai aspek. Di antaranya memastikan pemenuhan dokumen lingkungan seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) maupun Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).

    Selain itu, pemantauan terhadap kepatuhan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional, termasuk aspek keselamatan kerja, menjadi bagian penting dalam tata kelola pertambangan.

    Ketersediaan data mengenai potensi sumber daya mineral dan batubara yang akurat juga terus diperkuat. Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan sektor pertambangan.

    Di sisi lain, Dinas ESDM Kaltara mendorong pelaku usaha untuk terus mengembangkan penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Pelibatan masyarakat dan pemangku kepentingan melalui konsultasi publik juga dinilai penting untuk memastikan aktivitas pertambangan berjalan secara terbuka dan memperhatikan kondisi sosial di sekitar wilayah operasi.

    Baca Juga:  Jaga Masa Depan Generasi Muda, Satpol PP Nunukan "Goes to School" Sosialisasikan Jam Malam

    Pendekatan tersebut diharapkan dapat meminimalkan potensi dampak lingkungan sekaligus mengurangi risiko munculnya persoalan sosial di tengah masyarakat.

    “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan tata kelola sektor pertambangan yang transparan, akuntabel dan berwawasan lingkungan demi mewujudkan pembangunan Kaltara yang hijau dan berkelanjutan,” tegas Ferdy.

    Dengan pengawasan yang konsisten, kepatuhan terhadap regulasi serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, pengelolaan sektor mineral dan batubara di Kaltara diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat dalam jangka panjang.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU