WARTA, TANJUNG ARU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 84 berkolaborasi dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sebatik dan petani Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, menggelar kegiatan bertajuk “Pisang Tumbuh, Pangan Berkembang”. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya bersama dalam mengembangkan komoditas unggulan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Perwakilan Kecamatan Sebatik Timur Amat Soderi, S.E., Kepala Desa Tanjung Aru Budiman, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Sebatik Yuli, S.P., Dosen Pertanian Universitas Borneo Tarakan Dr. Dewi Elviana CCW, S.P., M.Si., serta Bhabinkamtibmas Brigpol Richard Ade Eka Putra, S.H. Turut hadir para penyuluh pertanian, petani, masyarakat, dan mahasiswa KKN Kelompok 84.
Program “Pisang Tumbuh, Pangan Berkembang” bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengembangkan tanaman pisang sebagai salah satu komoditas potensial di Desa Tanjung Aru. Selain memiliki nilai ekonomi, tanaman pisang juga dapat mendukung diversifikasi pangan, mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis hasil pertanian.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas. Pengembangan tanaman pisang dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi produksi pertanian yang disesuaikan dengan kondisi lahan, iklim, kapasitas petani, serta peluang pasar di wilayah Sebatik.
Perwakilan Kecamatan Sebatik Timur, Amat Soderi, S.E., menyampaikan bahwa pengembangan potensi pertanian desa memerlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, pemerintah desa, petani, dan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan program tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi berlanjut hingga pemeliharaan, pengolahan hasil, dan pemasaran produk.
Kepala Desa Tanjung Aru, Budiman, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pengembangan tanaman pisang sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam menggali potensi lokal dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Pisang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan, tidak hanya sebagai produk segar, tetapi juga menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga petani.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memperoleh materi mengenai pemetaan komoditas unggulan daerah. Materi ini memberikan pemahaman tentang pentingnya mengidentifikasi komoditas yang sesuai dengan kondisi sumber daya alam, kemampuan petani, ketersediaan sarana produksi, kebutuhan masyarakat, serta potensi pasar.
Dr. Dewi Elviana CCW, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa pemetaan komoditas diperlukan agar pengembangan sektor pertanian dilakukan secara terarah dan berbasis potensi wilayah. Menurutnya, komoditas unggulan bukan hanya mampu tumbuh dengan baik, tetapi juga harus memiliki nilai ekonomi, peluang pasar, dukungan kelembagaan, serta prospek untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Materi mengenai teknik budidaya pisang disampaikan oleh Sarina, salah satu anggota Mahasiswa KKN Kelompok 84. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tahapan budidaya pisang, mulai dari pemilihan bibit yang sehat, persiapan lahan, pembuatan lubang tanam, pengaturan jarak tanam, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, hingga pencegahan serangan hama dan penyakit.
Sarina juga menekankan bahwa penggunaan bibit yang sehat dan bebas penyakit merupakan salah satu faktor utama keberhasilan budidaya pisang. Selain itu, tanaman perlu dipelihara secara rutin melalui pembersihan gulma, pengaturan jumlah anakan, pemangkasan daun yang rusak, serta pemantauan terhadap gejala serangan hama dan penyakit.
Sementara itu, Aminuddin, S.P., selaku Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian Sebatik, menyampaikan materi mengenai teknik pemupukan tanaman pisang yang baik dan tepat. Ia menjelaskan bahwa pemupukan harus memperhatikan jenis pupuk, dosis, waktu pemberian, umur tanaman, serta kondisi tanah. Pemberian pupuk yang tepat akan membantu pertumbuhan akar, batang, dan daun, sekaligus meningkatkan kualitas serta produktivitas buah pisang.
Keterlibatan BPP Sebatik dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya pendampingan penyuluh kepada petani. Penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam membantu petani menerapkan teknologi budidaya, mengatasi berbagai permasalahan di lapangan, serta mendorong terwujudnya usaha pertanian yang lebih produktif dan berorientasi pasar.
Kehadiran Bhabinkamtibmas Brigpol Richard Ade Eka Putra, S.H., juga menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat. Keamanan, ketertiban, dan kebersamaan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan desa yang kondusif bagi pengembangan sektor pertanian.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 84 tidak hanya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penghubung antara pengetahuan akademik, pengalaman penyuluh, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan petani. Keterlibatan mahasiswa sebagai pemateri menunjukkan bahwa kegiatan KKN dapat menjadi wadah penerapan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
Kegiatan “Pisang Tumbuh, Pangan Berkembang” menjadi langkah awal untuk menjadikan pisang sebagai salah satu komoditas unggulan yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tanjung Aru. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, penguatan kelompok tani, penerapan teknik budidaya dan pemupukan yang tepat, serta pengembangan pasar dan produk olahan, pisang diharapkan dapat tumbuh menjadi sumber pangan sekaligus sumber pendapatan masyarakat di kawasan perbatasan.




