spot_img
More
    spot_img

    Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Rahmawati Zainal Tekankan Pentingnya Gizi Ibu dan Bayi

    WARTA, MALINAU – Upaya mencegah stunting harus dimulai jauh sebelum seorang anak lahir. Pemenuhan gizi dan kesehatan ibu selama kehamilan menjadi salah satu fondasi penting untuk memastikan bayi tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.

    Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati Zainal, S.H., saat menyerahkan bantuan gizi bagi ibu hamil dan ibu melahirkan di Gedung Sekretariat TP-PKK Kabupaten Malinau, Selasa (28/7).

    Rahmawati mengatakan, pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan bayi bukan sekadar persoalan kesehatan saat ini, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi Kaltara yang sehat, cerdas dan berkualitas.

    “Melalui bantuan ini, kami berharap kebutuhan gizi ibu hamil dan ibu melahirkan dapat terpenuhi sehingga kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga,” ujarnya.

    Kader PKK dan Posyandu Jadi Ujung Tombak

    Menurut Rahmawati, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat. Dalam hal ini, kader PKK dan Posyandu memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

    Kader dapat menjadi penggerak edukasi bagi keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, pemantauan tumbuh kembang anak hingga langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini.

    Pendampingan yang dilakukan secara rutin juga dinilai penting agar keluarga memiliki pemahaman yang benar dan tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru mengenai stunting.

    Rahmawati bahkan mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan anak yang memiliki tubuh pendek pasti mengalami stunting. Kondisi pertumbuhan anak dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk faktor keturunan, sehingga diperlukan pemeriksaan dan pemahaman yang tepat.

    “Jangan sampai anak yang tubuhnya pendek langsung disebut stunting. Kita harus memahami kondisi anak secara benar,” pesannya.

    Baca Juga:  Buka Porwakab I Bulungan 2025, Bupati Syarwani Ajak Wartawan Perkokoh Persaudaraan dan Kawal Pembangunan Lewat Kritik Konstruktif

    Bukan Hanya Urusan Kesehatan

    Rahmawati menegaskan, upaya menekan angka stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan.

    Faktor lain seperti sanitasi, ketersediaan air bersih, pendidikan, kondisi rumah layak huni, pola asuh, serta kondisi sosial ekonomi keluarga turut memengaruhi tumbuh kembang anak.

    Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor agar penanganan stunting dapat dilakukan secara menyeluruh dan menyentuh akar persoalan.

    ”Penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Kita harus bekerja bersama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, dan perangkat daerah lainnya,” jelasnya.

    Ia berharap bantuan gizi yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan ibu hamil dan ibu melahirkan sekaligus menjadi bagian dari penguatan edukasi kepada keluarga.

    Menurutnya, semakin dini perhatian diberikan terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi ibu serta anak, semakin besar peluang melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

    Rahmawati pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama, dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar hingga dukungan pemerintah.

    Dengan kolaborasi yang kuat dan perhatian sejak masa kehamilan, upaya membangun generasi Kaltara yang sehat, berkualitas dan bebas stunting diharapkan dapat semakin nyata.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU