WARTA, NUNUKAN— Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Nunukan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Nunukan ke-26 berlangsung khidmat di ruang rapat utama DPRD, Minggu (12/10). Acara dihadiri Forkopimda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta organisasi pemuda, menandai refleksi dua dekade lebih perjalanan pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia ini.
Dalam sambutannya, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Nunukan sejak berdiri pada tahun 1999. Kala itu, Nunukan hanya memiliki lima kecamatan. Kini, 26 tahun berselang, daerah ini telah tumbuh menjadi 21 kecamatan dengan jumlah penduduk 227.460 jiwa (BPS 2024), meningkat hampir 120 ribu jiwa sejak awal berdirinya.
“Dulu Nunukan dikenal sebagai daerah 3T — tertinggal, terdepan, dan terluar. Kini kita telah berubah menjadi daerah perbatasan yang potensial, bermartabat, dan memberikan harapan,” ujar Bupati Irwan.
Capaian Pembangunan: 17 Arah Baru Menuju Perubahan
Bupati Irwan memaparkan sederet capaian dan program prioritas yang telah terealisasi selama tahun pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Hermanus, S.Sos. Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar, peningkatan SDM, dan kesejahteraan masyarakat.
Air Bersih dan Energi Listrik
-
Pembebasan lahan Embung Lapri senilai Rp25 miliar.
-
Pembangunan jaringan perpipaan di Sebuku (Rp6,4 miliar) dan normalisasi 5 unit SPAM (Rp1,4 miliar).
-
Pembangunan PLTS (Solar Home System) sebanyak 110 unit di Desa Tagul dan 19 unit di Lingsayung (Rp3,2 miliar).
-
Usulan PLTS Sebakis berkapasitas 100 KWP senilai Rp9,5 miliar kini dalam proses menuju APBN 2026.
Pembangunan Infrastruktur dan Alat Berat
-
Realisasi jalan tani sepanjang 35 km dari target 107 km (Rp25 miliar).
-
Pembangunan jalan penghubung antar desa/kecamatan sepanjang 50 km (Rp198,6 miliar).
-
Pengadaan 5 unit alat berat melalui e-purchasing (Rp5,05 miliar).
Program Sosial dan Pendidikan
-
Pembangunan 232 unit rumah layak huni (Rp6,3 miliar), tahap pertama 32 unit selesai.
-
Seragam gratis SD & SMP sebanyak 15.492 set (Rp8 miliar).
-
1.000 beasiswa bagi siswa dan mahasiswa (Rp10,5 miliar).
-
Program “1 Sekolah 1 Starlink” telah terealisasi 100% di 17 lokasi.
Kesehatan dan Penguatan SDM
-
Penempatan 10 dokter spesialis di RS Pratama Sebuku dan Sebatik (Rp1,9 miliar).
-
Penguatan fasilitas RSUD dan RS Pratama tengah berlangsung.
-
Cakupan Universal Health Coverage (UHC) mencapai 98,71%, dengan alokasi dana Rp33 miliar untuk bantuan iuran daerah.
Pertanian dan Perikanan
-
Bantuan 275 unit alat pertanian, 23,5 ton pupuk, dan 10 hektar bibit kakao (Rp7,6 miliar).
-
Program kampung hortikultura seluas 23 hektar di berbagai kecamatan.
-
Stabilisasi harga rumput laut bekerja sama dengan Perumda Pinrang, meningkatkan harga dari Rp8.000–9.000/kg menjadi Rp14.500/kg.
-
Ekspor 60 ton rumput laut ke Korea Selatan oleh PT Kebula Raya Bestari.
UMKM dan Desa Unggulan
-
Pelatihan dan bantuan modal UMKM senilai Rp172,7 juta.
-
Program “1 Desa 1 Program Unggulan” di 20 desa, disinergikan dengan Program Desa Cerdas 2025 menuju desa produktif dan mandiri.
Ekonomi Daerah Semakin Stabil
Pertumbuhan ekonomi Nunukan mencapai 3,62% (Triwulan II 2025), sementara inflasi daerah berhasil ditekan dari 2,23% (Juni) menjadi 1,84% (September 2025).
Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), pemerintah menyalurkan 94.500 kg bahan pokok hingga September, sekaligus mengoptimalkan 3.555 hektar lahan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Menutup pidatonya, Bupati Irwan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kolaborasi dan optimisme dalam membangun daerah perbatasan yang lebih maju.
“Kita boleh bermimpi setinggi langit, tapi jangan lupa berpijak di bumi. Dengan energi dan semangat baru, kita wujudkan Nunukan yang semakin maju,” pungkasnya.




