Pada Gedung DPRD, Bupati sempat lama berdialog dengan pelaksana proyek. Ia mencermati progres struktur dan mencatat sejumlah hal yang perlu tindak lanjut.
Rangkaian Monev diakhiri dengan pemeriksaan Gedung Utama B dan C, yang dirancang menjadi pusat layanan publik sekaligus kantor-kantor strategis pemerintahan.
Di tengah padatnya aktivitas pembangunan, Bupati memberikan penilaian realistis. Ia mengakui cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam percepatan pekerjaan.
“Progres masih dalam kewajaran. Kalau ada keterlambatan, itu karena cuaca. Malam hujan, siang hujan. Beberapa pekerjaan jelas terdampak,” ujarnya.
Namun, optimisme tetap ia tekankan. “Kita tetap dorong kontraktor meningkatkan ritme pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas. Kami yakin semua bisa selesai sesuai waktu dan kontrak.”
Deviasi Kecil, Target Tetap Dikejar
Bupati juga mencermati progres Gedung DPRD dan Gedung Kantor Bupati. Berdasarkan pengecekan langsung dan laporan teknis, ia menyebut deviasi pekerjaan masih tergolong kecil. “Deviasinya tidak besar, masih bisa dikejar. Yang penting ritme kerja tetap dijaga dan ditingkatkan,” jelasnya.
Ia kembali menegaskan target yang sudah lama menjadi harapan masyarakat.“InsyaAllah tahun 2026 kita sudah bisa pindah ke Puspem. Ini harapan besar agar pelayanan pemerintahan lebih efektif dan terpusat.”




