WARTA, TANJUNG SELOR – Peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2026 menjadi momentum refleksi untuk memperkuat nilai pengabdian, pelayanan, serta menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat di Kalimantan Utara.
Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Administrasi Pembangunan Provinsi Kalimantan Utara, Berly, menyampaikan bahwa semangat Kenaikan Yesus Kristus mengandung pesan moral tentang keteladanan, pengorbanan, dan penguatan harapan dalam kehidupan sosial maupun pelaksanaan tugas pemerintahan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting diterapkan dalam mendukung tata kelola pembangunan daerah yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Momentum Kenaikan Yesus Kristus mengajarkan tentang pengabdian dan tanggung jawab moral. Nilai ini relevan dengan semangat aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Utara,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Ia menyebut, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari terjaganya persatuan, toleransi, dan stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Biro Administrasi Pembangunan, lanjutnya, terus mendukung arah kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam menciptakan pembangunan yang merata dan berkelanjutan melalui penguatan koordinasi, pengendalian, serta evaluasi program pembangunan lintas perangkat daerah.
Dalam momentum hari besar keagamaan tersebut, masyarakat juga diajak untuk terus memperkuat solidaritas sosial dan menjaga suasana damai demi mendukung kemajuan daerah.
“Keberagaman di Kalimantan Utara adalah kekuatan. Semangat kebersamaan dan toleransi harus terus dirawat agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.




