WARTA, TANJUNG SELOR – Dalam menghadapi peningkatan risiko Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau masyarakat untuk tertib melakukan Gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan kembali barang bekas.
Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Judianto Limbong, penerapan 3M Plus terbukti menjadi cara paling efektif, murah, dan sederhana dalam memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.
“Menguras tempat penampungan air sebaiknya dilakukan setiap hari, terutama di musim hujan. Telur nyamuk bisa bertahan hingga enam bulan di tempat kering,” ungkapnya.
Selain itu, menutup wadah air dengan rapat akan mencegah nyamuk bertelur, sementara memanfaatkan kembali barang bekas seperti botol atau kaleng dapat mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“3M Plus bukan hanya kegiatan sesaat, tapi harus jadi kebiasaan. Jika masyarakat rutin melakukannya, kita bisa menekan kasus DBD di Kaltara,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif sebagai juru pemantau jentik di rumah masing-masing, demi menjaga lingkungan yang sehat dan bebas penyakit.
“Pencegahan DBD bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Dengan kedisiplinan masyarakat, kasus bisa ditekan bahkan dihilangkan,” pungkasnya.




