WARTA, TANJUNG SELOR — Kebersihan lingkungan menjadi faktor utama dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara), Usman, yang mengingatkan bahwa sanitasi merupakan urusan mendasar yang tak boleh diabaikan.
“Apapun intervensi kesehatan yang dilakukan, jika lingkungan masih kotor dan sanitasi buruk, maka hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya di Tanjung Selor, beberapa waktu lalu.
Meski tidak termasuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sanitasi disebut memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup masyarakat. Karena itu, perhatian dan upaya perbaikan lingkungan tetap harus menjadi bagian dari prioritas pembangunan kesehatan di setiap kabupaten dan kota di Kaltara.
Usman menegaskan, membangun perilaku hidup bersih dan sehat harus dimulai dari lingkungan terdekat. Hal itu bisa diwujudkan dengan gerakan bersama lintas sektor, agar masyarakat benar-benar memahami pentingnya menjaga kebersihan demi mencegah penyakit menular.
“Sanitasi adalah kunci utama. Kalau lingkungan sehat, otomatis masyarakatnya lebih kuat menghadapi berbagai ancaman kesehatan,” tambahnya.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem kesehatan yang berkelanjutan di Kaltara.




