WARTA, TARAKAN – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara H Idham Chalid, mengungkapkan bahwa Digi-Port kini tengah memasuki tahap awal sebagai pilot project yang akan merevolusi sistem pembayaran di pelabuhan.
Pada fase pertama, Digi-Port fokus pada pembayaran retribusi pelabuhan secara nontunai di pelabuhan-pelabuhan yang berada di bawah pengelolaan provinsi, seperti Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan PLBL Liem Hie Djung.
“Program ini kami namakan Digi-Port, singkatan dari digitalisasi pelabuhan. Di tahap awal, pembayaran retribusi dilakukan secara nontunai melalui QRIS, EDC, dan transfer langsung ke kas daerah. Kami sudah memasukkan 14 jenis layanan ke dalam sistem ini,” jelas Idham Chalid.
Lebih lanjut, mulai Oktober 2025, Digi-Port akan diperluas untuk memfasilitasi pembelian tiket secara online. Masyarakat nantinya dapat membeli tiket kapal lewat platform digital dengan pembayaran langsung ke rekening pemerintah daerah.
“Setelah sistem pembayaran retribusi berjalan lancar, bulan depan kami akan mulai implementasi pembelian tiket online. Pembayaran dapat dilakukan melalui QRIS, transfer bank, dan kami berkolaborasi dengan Bankaltimtara untuk memastikan sistem pembagian hasil yang transparan antara pemerintah dan pelaku usaha,” tambah Idham.
Saat ini, terdapat 13 agen tiket speedboat yang tersebar di Tarakan, Nunukan, dan Bulungan. Namun, baru dua agen yang siap menggunakan sistem ini, mencakup 23 armada speedboat reguler dari sekitar 60 armada di Kaltara.
Visi Jangka Panjang Digi-Port: Mewujudkan Manajemen Pelabuhan Modern
Idham Chalid menegaskan bahwa Digi-Port bukan hanya sistem pembayaran, melainkan fondasi untuk manajemen pelabuhan yang terintegrasi dan modern.
“Ke depan, seluruh pengelolaan pelabuhan akan terdigitalisasi mulai dari pengelolaan parkir, jadwal kapal, hingga pembayaran biaya sandar kapal. Jika sistem ini berjalan optimal, pendapatan asli daerah (PAD) Kaltara diprediksi akan meningkat signifikan,” ujarnya.
Kaltara menjadi provinsi kedua di Indonesia yang menerapkan sistem digital ini setelah DKI Jakarta. Lebih istimewa, Kaltara juga menjadi pelopor program kartu khusus penyandang disabilitas yang terintegrasi dengan sistem diskon tiket.
“Ini adalah terobosan besar bagi Kaltara. Dengan Digi-Port, kami berharap layanan transportasi laut semakin modern, transparan, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama penyandang disabilitas dan pelaku usaha,” tutup Idham Chalid.




