spot_img
More
    spot_img

    SINERGI Kaltara Buka Jalan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Industri Besar

    WARTA, ANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong agar geliat investasi dan industri berskala besar di daerah memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Upaya tersebut diwujudkan melalui Temu Bisnis Terarah SINERGI Kaltara bertema “Kemitraan Kebutuhan Industri dengan Ketersediaan UMKM Lokal” yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (18/8/2026).

    Forum ini mempertemukan pelaku UMKM Kaltara dengan Kementerian UMKM, PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), PKN, Bank Indonesia, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

    Sekretaris Provinsi Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengatakan Kaltara saat ini memasuki fase transformasi ekonomi seiring hadirnya proyek strategis nasional dan investasi industri berskala besar.

    Menurutnya, perkembangan tersebut harus mampu menciptakan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan pengusaha lokal.

    “Pemprov Kaltara tidak menginginkan adanya kebocoran nilai ekonomi. Kebutuhan untuk mendukung industri justru dipasok dari luar daerah, sementara UMKM lokal hanya menjadi penonton,” tegas Denny.

    Karena itu, Pemprov Kaltara menghadirkan SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) sebagai upaya membangun koneksi langsung antara kebutuhan industri dengan kemampuan UMKM lokal.

    UMKM Dipertemukan Langsung dengan Kebutuhan Industri

    Denny menjelaskan, temu bisnis tersebut tidak sekadar menjadi forum pertemuan, tetapi menjadi ruang bagi UMKM untuk mengetahui secara langsung kebutuhan perusahaan besar.

    Pelaku usaha mendapatkan informasi mengenai spesifikasi teknis, standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga berbagai persyaratan yang harus dipenuhi agar produk maupun jasa mereka dapat masuk ke dalam rantai pasok industri.

    “Ini bukan sekadar forum formal. Kita ingin ada gambaran yang jelas mengenai apa yang dibutuhkan industri dan apa yang harus dipersiapkan UMKM,” ujarnya.

    Baca Juga:  Nintendo Switch 2 Rilis Juni 2025, Dibanderol Rp7,4 Juta

    Penguatan kemitraan juga ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Pemprov Kaltara dengan PT KIPI dan PKN untuk membuka peluang lebih besar bagi produk dan jasa UMKM lokal masuk ke rantai pasok perusahaan.

    Denny pun menitipkan pesan kepada perusahaan besar agar memberikan kesempatan kepada pengusaha lokal untuk berkembang.

    “Kepada industri dan korporasi besar, kami titip pesan, berikan kepercayaan kepada UMKM lokal. Dorong mereka agar bisa memenuhi standar yang dibutuhkan,” katanya.

    Saatnya UMKM Naik Kelas

    Di sisi lain, Denny meminta pelaku UMKM memanfaatkan peluang yang telah dibuka pemerintah dengan meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat tata kelola usaha.

    Menurutnya, peluang kemitraan dengan industri harus diikuti kesiapan UMKM dalam memenuhi standar yang dipersyaratkan perusahaan.

    “Ini saatnya UMKM dan produk lokal. Terus perbaiki produk, perbaiki manajemen usaha, dan manfaatkan forum ini,” ujarnya.

    Melalui SINERGI Kaltara, Pemprov ingin memastikan investasi yang masuk tidak berhenti pada capaian pertumbuhan ekonomi secara makro, tetapi juga menciptakan pasar, peluang usaha, lapangan kerja, serta nilai tambah bagi masyarakat Kaltara.

    Pembangunan Harus Terhubung dengan Ekonomi Lokal

    Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltara, Saiful Bachry, mengatakan penguatan hubungan antara investasi, industri dan UMKM sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan masyarakat lokal sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi.

    Menurut Saiful, semakin besarnya aktivitas industri di Kaltara perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas pengusaha lokal agar mampu menangkap peluang yang tersedia.

    “Program seperti SINERGI Kaltara ini sangat penting karena membangun keterhubungan antara program pembangunan, investasi dan pelaku usaha lokal. Kita ingin pertumbuhan ekonomi yang terjadi memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

    Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor. Tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga memastikan UMKM mendapatkan pembinaan, pendampingan, penguatan legalitas, peningkatan kualitas produk hingga perbaikan manajemen usaha.

    Baca Juga:  Gubernur Kaltara Apresiasi Soliditas Forum Imam Masjid Tarakan: Pilar Pembinaan Generasi Qurani

    Dengan begitu, investasi besar yang hadir di Kaltara diharapkan tidak menciptakan ketergantungan terhadap pemasok dari luar daerah, tetapi mampu membentuk ekosistem ekonomi lokal yang kuat dan saling terhubung.

    Saiful menegaskan, keberhasilan SINERGI Kaltara nantinya dapat dilihat dari semakin banyaknya UMKM lokal yang mampu memenuhi kebutuhan industri dan menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan besar di Kaltara.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU