spot_img
More
    spot_img

    DWP Kaltara Soroti Tantangan Karakter Gen Z di Era Digital, Perkuat Peran Keluarga dan Budaya Literasi

    WARTA, TANJUNG SELOR – Arus informasi digital yang semakin deras dinilai membawa tantangan baru bagi pembentukan karakter generasi muda. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalimantan Utara (Kaltara) yang mengangkat tema degradasi sikap dan perilaku Generasi Z dalam pertemuan rutin perdana tahun 2026.

    Kegiatan yang berlangsung di Gedung Gadis 2, Kamis (4/6), dibuka langsung oleh Ketua DWP Kaltara, Sipta Meylina Denny Harianto, S.Psi., M.M., melalui seminar bertajuk “Fenomena Degradasi Attitude pada Gen Z: Sebab, Dampak, dan Solusi”. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan lomba membuat dan merangkai pantun.

    Menurut Sipta Meylina, perubahan pola pikir, perilaku, dan cara berinteraksi generasi muda saat ini perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi para orang tua yang memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak.

    “Perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam pengasuhan. Karena itu, orang tua perlu memahami perubahan yang terjadi agar dapat mendampingi anak dengan lebih baik,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, seminar ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus mencari solusi bersama terkait fenomena yang semakin sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menurunnya etika komunikasi hingga berkurangnya kemampuan berpikir kritis akibat konsumsi informasi yang serba instan.

    Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah menurunnya minat membaca buku fisik di kalangan pelajar dan mahasiswa. Generasi muda saat ini cenderung lebih banyak memperoleh informasi melalui telepon pintar dan media digital dibandingkan membaca buku secara langsung.

    Menurut Sipta Meylina, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan analisis dan daya kritis apabila tidak diimbangi dengan kebiasaan literasi yang baik. Di tengah banjir informasi digital, generasi muda berisiko lebih mudah menerima berbagai informasi tanpa proses penyaringan yang memadai, sehingga rentan terpapar hoaks maupun informasi yang menyesatkan.

    Baca Juga:  Sekprov Kaltara Apresiasi Kinerja ASN, Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Pelayanan Publik

    Untuk itu, DWP Kaltara mendorong penguatan budaya literasi dalam keluarga sebagai salah satu langkah membangun karakter generasi muda. Kebiasaan sederhana seperti meluangkan waktu membaca buku fisik selama 10 hingga 30 menit setiap hari dinilai mampu meningkatkan konsentrasi, memperkuat daya analisis, sekaligus membentuk karakter positif.

    “Literasi bukan hanya soal membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan menyaring informasi secara bijak. Ini menjadi bekal penting bagi anak-anak menghadapi perkembangan zaman,” jelasnya.

    Selain membahas isu karakter dan literasi, kegiatan tersebut juga diwarnai lomba pantun yang bertujuan melestarikan budaya lokal, mempererat kebersamaan antaranggota, serta mendorong kreativitas di lingkungan DWP Kaltara.

    Melalui kegiatan ini, DWP Kaltara berharap para anggota dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga masing-masing dengan menciptakan pola pengasuhan yang adaptif, membangun budaya literasi, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan era digital.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU