WARTA, TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, mengajukan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) kepada BPH Migas guna mengantisipasi meningkatnya kebutuhan energi masyarakat.
Permintaan tersebut dilayangkan secara resmi menyusul tingginya aktivitas ekonomi di wilayah Kaltara yang dinilai sudah tidak sebanding dengan kuota BBM yang tersedia saat ini. Kondisi ini dirasakan di seluruh kabupaten/kota, mulai dari Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung hingga Tarakan.
Gubernur Zainal mengungkapkan, tambahan kuota yang diajukan mencapai sekitar 20 persen dari alokasi yang diterima Kaltara saat ini. Menurutnya, peningkatan ini penting agar distribusi energi tetap stabil, terutama menjelang periode Ramadan hingga Idulfitri.
“Permintaan ini bukan hanya untuk kebutuhan musiman selama Ramadan, tetapi juga sebagai langkah jangka panjang agar pasokan BBM tetap mencukupi seiring pertumbuhan aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap usulan tersebut dapat segera mendapat respons dari BPH Migas, sehingga kebutuhan energi di provinsi termuda di Indonesia itu bisa terpenuhi secara optimal.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan telah melakukan pemetaan terhadap potensi lonjakan konsumsi energi selama Ramadan hingga arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Berdasarkan proyeksi tersebut, Pertamina menyiapkan strategi distribusi dan penguatan stok BBM untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama periode tersebut.




