WARTA, TANJUNG SELOR – Gerbong mutasi di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara kembali bergerak. Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., resmi melantik jajaran Pejabat Administrator (Eselon III), Pejabat Pengawas (Eselon IV), dan Pejabat Fungsional di lingkungan Pemprov Kaltara.
Momen sakral yang berlangsung di Gedung Gabungan Dinas Tanjung Selor, Jumat, 06 Februari 2026, ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi daerah, di antaranya Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufri, serta Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto. Hadir pula jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Kaltara untuk menyaksikan pengambilan sumpah janji jabatan tersebut.
Dalam prosesi ini, Gubernur melantik total 99 pejabat yang terdiri dari 35 orang pejabat administrator, 22 pejabat pengawas, dan 42 pejabat fungsional dari berbagai bidang keahlian.
Amanah Bukan Sekadar Formalitas
Gubernur Zainal menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah sekadar seremoni atau formalitas belaka. Menurutnya, setiap posisi yang diemban merupakan amanah besar yang menuntut tanggung jawab penuh, baik secara moral maupun profesional.
“Bekerjalah dengan hati dan ikhlas. Setiap jabatan yang saudara emban mengandung harapan besar masyarakat untuk menghadirkan pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima,” tegas Gubernur.
Keluar Kantor, Temui Masyarakat
Salah satu instruksi keras yang ditekankan Gubernur adalah perubahan gaya kerja ASN. Beliau meminta para pejabat tidak hanya menghabiskan waktu di dalam ruangan.
“Jangan hanya bekerja di dalam ruangan. Saudara-saudari harus turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung apa yang dibutuhkan masyarakat. Kalau hanya di belakang meja saja, tidak akan bisa melihat dan menyelesaikan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat kita,” ujarnya dengan lugas.
Beliau meyakini bahwa pejabat yang dilantik memiliki kompetensi dan dedikasi yang tinggi untuk membawa perubahan nyata melalui kerja sama tim yang solid.
Inovasi Tarik Anggaran Kementerian
Mengingat tantangan pembangunan di tahun 2026 dan keterbatasan APBD, Gubernur juga mendorong para pejabat untuk melakukan terobosan kreatif dalam mencari sumber pendanaan.
“Kita harus melakukan inovasi dan bergerak mencari sumber-sumber anggaran dari kementerian. Jalin komunikasi yang baik agar kita bisa menarik anggaran pusat untuk membantu percepatan pembangunan di Kalimantan Utara,” tambahnya.
Menutup arahannya, Gubernur mengingatkan seluruh pejabat untuk senantiasa menjaga integritas serta nama baik ASN dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.




