WARTA, TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bergerak cepat memperkuat benteng stabilitas sosial di Bumi Benuanta. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Pemprov mendorong Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) untuk menjadi “ujung tombak” dalam mendeteksi dan mencegah potensi konflik sejak dini.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Kesbangpol Kaltara, Jonilius, S.STP, saat membuka Seminar FKDM bertajuk “Sinergi FKDM, Pemerintah, dan Tokoh Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial” di Hotel Lotus Panaya, Tarakan, Senin (29/12).
Mewakili Gubernur Kaltara, Jonilius memaparkan bahwa keberagaman suku dan agama di Kaltara adalah kekayaan besar yang harus dijaga dengan kebijaksanaan. Menurutnya, di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, kewaspadaan kolektif bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
“Kita tidak boleh lengah. FKDM memiliki peran strategis sebagai wadah komunikasi dan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Forum ini adalah radar kita untuk mendeteksi gangguan sebelum menjadi eskalasi konflik,” ujar Jonilius tegas.
Lebih lanjut, Jonilius mendorong agar FKDM terus meningkatkan kapasitas SDM dan memperluas jejaring informasi di lapangan. Tujuannya jelas: agar setiap riak kecil yang berpotensi mengganggu persatuan dapat direspons dengan cepat, tepat, dan terukur.
“Semoga pertemuan ini menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar gagasan, terutama dalam memperkuat kewaspadaan dini di Kota Tarakan dan Kaltara secara umum,” tambahnya.
Kegiatan krusial ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci, di antaranya:
-
H. Achmad Djufrie, SE., MM (Ketua DPRD Provinsi Kaltara sekaligus Ketua FKDM Kaltara).
-
Ibnu Saud Is. (Wakil Walikota Tarakan).
-
Jajaran unsur Forkopimda.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi dan pembangunan yang tenang, sehingga masyarakat Kaltara dapat terus beraktivitas dengan aman dan kondusif.




