WARTA, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kini tengah tancap gas mengejar realisasi APBD sebesar 80 persen hingga Desember 2025. Strategi utamanya bukan lagi cara konvensional, melainkan mengandalkan aplikasi e-Bang sebagai “pemantau” otomatis kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) Kaltara menyebut aplikasi ini adalah solusi atas masalah klasik: lambatnya penyerapan anggaran akibat proses manual. Melalui e-Bang, data pelaporan fisik dan keuangan dihimpun secara real-time, sehingga hambatan di lapangan bisa langsung terdeteksi.
“Aplikasi ini meminimalkan keterlambatan penyerapan anggaran yang sering terjadi karena kurangnya koordinasi lintas OPD,” ungkap Berly, Kepala Bagian TU Biro Adpem Kaltara, Senin (1/12).
Dengan sisa waktu menuju akhir tahun, Biro Adpem optimis e-Bang mampu mengoptimalkan efisiensi kerja Pemprov agar target pembangunan fisik maupun keuangan tuntas tepat waktu tanpa kendala birokrasi yang berbelit.




