spot_img
More
    spot_img

    DPRD Kaltara Soroti Dominasi Pemilih Muda, Literasi Politik Jadi Kunci Demokrasi 2029

    WARTA, TANJUNG SELOR  — Komposisi pemilih pada Pemilu 2029 diperkirakan akan didominasi generasi muda. Di Kalimantan Utara (Kaltara), fenomena ini dinilai sebagai peluang besar sekaligus tantangan serius bagi kualitas demokrasi ke depan.

    Anggota DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto, menegaskan bahwa besarnya jumlah pemilih muda harus diimbangi dengan penguatan literasi politik. Tanpa pemahaman yang memadai, generasi digital rentan terpengaruh disinformasi dan arus opini instan di media sosial.

    “Sekitar 60 persen pemilih pada Pemilu 2029 adalah anak muda. Ini kekuatan luar biasa, tetapi juga tanggung jawab besar. Yang perlu disiapkan bukan hanya jumlah pemilihnya, melainkan kualitas cara berpikir dan memilih mereka,” ujar Supa’ad, Kamis (4/12/2025).

    Menurutnya, kemampuan berpikir kritis menjadi fondasi utama bagi pemilih muda di tengah derasnya arus informasi digital. Ia mengingatkan bahwa kampanye negatif dan berita menyesatkan masih menjadi ancaman serius dalam kontestasi politik.

    “Pilihan politik harus lahir dari pertimbangan rasional dan pemahaman substansi, bukan sekadar ikut tren atau terpancing narasi sesaat di media sosial,” tegasnya.

    Supa’ad juga menyoroti peran strategis dunia pendidikan dalam membangun kesadaran politik sejak dini. Sekolah dan perguruan tinggi dinilai dapat menjadi ruang pembelajaran demokrasi melalui organisasi, kegiatan ekstrakurikuler, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan.

    “Pendidikan politik tidak boleh bersifat musiman menjelang pemilu. Ini harus menjadi proses berkelanjutan melalui lingkungan sekolah, kampus, dan masyarakat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia menekankan tanggung jawab pemerintah daerah dan DPRD untuk membuka ruang partisipasi yang luas bagi generasi muda. Keterlibatan tersebut dapat diwujudkan melalui forum diskusi publik, pelatihan kepemudaan, serta keterlibatan langsung dalam perumusan kebijakan.

    “Ketika anak muda dilibatkan, mereka tidak hanya menjadi penonton. Mereka akan merasa memiliki daerah ini dan turut ambil bagian dalam perubahan,” katanya.

    Baca Juga:  DPRD Kaltara Dorong Pembentukan Forum Lintas Pihak Atasi Polemik Klaim BPJS

    Supa’ad juga mengingatkan pentingnya peran pemuda sebagai perekat sosial di tengah perbedaan pilihan politik. Ia berharap generasi muda mampu menjadi contoh dalam menjaga etika berdialog dan menghargai keberagaman pandangan.

    “Politik jangan sampai memecah belah. Anak muda justru harus menjadi teladan dalam berdiskusi secara santun dan menghormati perbedaan,” ujarnya.

    Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga organisasi masyarakat, untuk bersama-sama memperkuat literasi politik di Kalimantan Utara.

    “Target kita bukan sekadar pemilih yang datang ke TPS, tetapi pemilih muda yang paham alasan memilih dan mengerti dampaknya bagi masa depan daerah,” pungkas Supa’ad.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU