WARTA, TARAKAN– Anggota DPRD Provinsi Kaltara, Supa’ad Hadianto, menyerap berbagai keluhan masyarakat saat melaksanakan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Ruang Terbuka Gitajalatama, Tarakan, Minggu (7/12/2025). Kegiatan yang dihadiri anggota Persatuan Arisan Senam Sehat (PASS) ini berlangsung santai dan penuh interaksi, diawali dengan senam Zumba bersama.
Supa’ad menegaskan bahwa Kundapil bukan hanya formalitas, melainkan momentum penting untuk merasakan langsung persoalan yang dialami warga.
“Kundapil ini bermanfaat luar biasa. Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat dan mendengar langsung kesulitan yang mereka hadapi,” ujarnya.
Dua Keluhan Utama: Pendidikan dan BPJS
Dalam dialog terbuka, dua masalah paling dominan disampaikan warga: kesulitan mengakses layanan pendidikan serta persoalan BPJS Kesehatan yang banyak tertunggak karena kemampuan ekonomi yang terbatas.
“Banyak warga bukan sengaja menunggak, tapi karena memang tidak sanggup membayar iuran bulanan,”kata Supa’ad.
Ia menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan adalah hak masyarakat, sehingga perlu perhatian khusus dari pemerintah.
Ada Angin Segar Soal BPJS Gratis
Supa’ad menyampaikan bahwa Pemprov Kaltara telah menganggarkan Rp 25 miliar pada 2025 untuk program BPJS gratis bagi sekitar 58.000 warga kurang mampu, meski kondisi APBD mengalami penurunan signifikan.
Program ini juga akan dilanjutkan pada APBD Murni 2026 dan berpotensi ditambah pada APBD Perubahan jika kondisi ekonomi membaik.
“Gubernur tetap berkomitmen menjalankan program ini meski APBD turun cukup besar,” jelasnya.
Kundapil ini diharapkan menjadi jembatan antara keluhan warga dan penyusunan kebijakan pemerintah yang lebih responsif.




