WARTA, NUNUKAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nunukan terus berinovasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efisien, transparan, dan modern. Salah satu langkah strategis yang kini diterapkan adalah digitalisasi arsip dan surat-menyurat melalui aplikasi “Serikandi”, platform nasional yang dikembangkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Hj. Erlina, menjelaskan bahwa penerapan sistem ini membuat seluruh proses administrasi, mulai dari surat masuk, surat keluar, hingga pemberkasan dokumen penting, kini dilakukan secara elektronik dan terintegrasi.
“Sekarang semua surat-menyurat menggunakan aplikasi Serikandi. Jadi pemanfaatan kertas semakin minim dan arsip tidak mudah hilang,” terang Hj. Erlina saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/10/2025).
Melalui sistem ini, setiap dokumen yang masuk langsung tersimpan dalam basis data digital, sehingga mempermudah proses pencarian, pengelolaan, dan penyimpanan arsip penting seperti surat tugas, undangan, maupun laporan kegiatan.
Selain pengelolaan arsip internal, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nunukan juga aktif melakukan penelusuran dan penyelamatan arsip daerah, termasuk foto-foto sejarah, dokumen pemekaran wilayah, serta daftar aset daerah.
“Kami minta file arsip dari berbagai instansi, minimal dalam bentuk scan. Itu bagian dari upaya penyelamatan arsip agar tidak hilang,” jelasnya.
Ke depan, Hj. Erlina berharap dinas yang dipimpinnya dapat memiliki ruang pameran arsip sejarah yang menampilkan perjalanan panjang Kabupaten Nunukan dari masa ke masa.
“Banyak dokumentasi tempo dulu yang sangat berharga. Kami ingin suatu saat bisa memamerkannya agar masyarakat tahu sejarah daerahnya,” ungkapnya.
Digitalisasi arsip melalui aplikasi Serikandi menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk mewujudkan pemerintahan yang efisien, transparan, dan berdaya saing digital.
Dengan langkah ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nunukan tidak hanya berperan sebagai penjaga literasi, tetapi juga sebagai penggerak transformasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi.




