WARTA, TANJUNG SELOR — Menghormati jasa para pendahulu menjadi bagian penting dalam melanjutkan pembangunan daerah. Semangat itulah yang tercermin saat Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., berziarah ke makam mantan pemimpin Kabupaten Bulungan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Cendrawasih, Kamis (8/10).
Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan atas pengabdian para mantan kepala daerah dan tokoh pemerintahan yang telah mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan Bulungan.
Dalam kegiatan itu, Ingkong didampingi Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., Wakil Bupati Kilat, A.Md., Sekretaris Daerah Bulungan Risdianto, S.Pi., M.Si., serta Ketua DPRD Bulungan Riyanto, S.Sos.
Rombongan mengawali ziarah di makam almarhum H. Sudjati, S.H., yang menjabat sebagai Bupati Bulungan periode 2016–2021. Semasa kepemimpinannya, Sudjati turut berkontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Ziarah kemudian dilanjutkan ke makam almarhum Drs. Henry Edom, birokrat sekaligus politisi daerah yang menjadi Wakil Bupati Bulungan pertama pada periode 2000–2005, mendampingi Bupati H. Anang Dachlan Djauhari.
Kunjungan ke makam para mantan pemimpin tersebut tidak sekadar menjadi agenda penghormatan, tetapi juga momentum untuk mengenang perjalanan pemerintahan dan kontribusi para tokoh dalam membangun daerah.
Bagi Ingkong, mengenang jasa para pendahulu merupakan pengingat bahwa pembangunan yang dinikmati saat ini tidak terlepas dari kerja keras, pengabdian, dan fondasi yang telah diletakkan oleh generasi sebelumnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kaltara bersama Pemerintah Kabupaten Bulungan diharapkan terus menjaga nilai-nilai pengabdian, memperkuat kesinambungan pembangunan, serta meneruskan cita-cita para pendahulu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penghormatan kepada para mantan pemimpin juga menjadi pengingat bahwa estafet pembangunan harus terus berjalan, dengan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pijakan untuk membangun Bulungan dan Kaltara yang lebih baik.




