WARTA, TARAKAN – Mengawali rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, melaksanakan kunjungan perdana di Masjid Jami Nurul Islam, Kota Tarakan, Rabu (25/2).
Kegiatan ini menjadi simbol kehadiran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di tengah masyarakat sekaligus momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan selama bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Gubernur Zainal mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadan sebagai ajang meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak salat dan tadarus Al-Qur’an, memperluas sedekah, serta memperkuat kepedulian sosial.
“Safari Ramadan ini bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah cara kita membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, penguatan persatuan, serta pemberdayaan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan tunai secara simbolis kepada sejumlah masjid guna mendukung kemakmuran rumah ibadah. Ia berharap bantuan itu dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan jamaah dan lingkungan sekitar.
Selain itu, Zainal juga menyerahkan Surat Keputusan Gubernur tentang Penetapan Definitif Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Daerah Tahun 2025 kepada Pemerintah Kota Tarakan, serta alokasi sementara DBH Pajak Daerah Tahun Anggaran 2026 bagi pemerintah kabupaten/kota se-Kaltara.
Tak hanya itu, berbagai bantuan turut disalurkan, di antaranya satu unit excavator, sarana budidaya, 11 unit mesin ketinting, 360 kilogram jaring ampas, 124 pcs trammel net, serta bantuan sembako untuk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan.
“Saya berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kami menyadari mungkin belum sepenuhnya memenuhi harapan karena kondisi keuangan saat ini. Namun kami pastikan, komitmen membangun tidak akan pernah berhenti,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjaga optimisme dan memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Ramadan adalah momentum introspeksi diri, memperbaiki akhlak, dan memperkuat semangat gotong royong. Dengan kebersamaan, insyaallah Kaltara akan semakin maju, makmur, dan berkelanjutan,” pungkasnya.




