WARTA, TANJUNG SELOR – PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) terus mematangkan persiapan pengeboran Sumur Eksplorasi Tingkilan-01 di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Proyek eksplorasi yang dijadwalkan mulai Agustus 2026 ini menjadi langkah strategis untuk menambah cadangan gas bumi sekaligus menopang kebutuhan energi Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIPI) Kalimantan Utara.
Senior Geoscientist Exploration Region 3 PHE LPB, Yordi Nugrahadi, menjelaskan bahwa pengeboran Tingkilan-01 difokuskan untuk membuktikan keberadaan hidrokarbon pada reservoir karbonat Formasi Menumbar di Wilayah Kerja (WK) Maratua.
Menurutnya, sumur tersebut dirancang untuk memverifikasi potensi hidrokarbon pada reservoir karbonat berusia Miosen Akhir yang selama ini diprediksi memiliki karakteristik serupa dengan sejumlah sumur eksplorasi di kawasan sekitarnya.
“Melalui pengeboran ini kami berharap dapat membuka peluang tambahan produksi gas di Kalimantan Utara, sehingga mampu mendukung kebutuhan energi, khususnya bagi pengembangan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIPI),” ujar Yordi saat Sosialisasi Rencana Pengeboran Sumur Eksplorasi Tingkilan-01 (RKAP 2026) di Tanjung Selor.
Berdasarkan hasil kajian geologi dan interpretasi data seismik, prospek Tingkilan-01 diperkirakan memiliki sumber daya sekitar 49,35 juta barel setara minyak (MMBOE) atau setara 276,93 miliar kaki kubik gas (BCFG) pada skenario P50.
Selain membuka potensi cadangan baru, eksplorasi ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengembangan Wilayah Kerja Maratua, termasuk mendukung rencana pengembangan lapangan Deep Sembakung dan South East Sembakung yang ditargetkan mulai dikembangkan pada 2027.
Lokasi pengeboran berada di area perkebunan milik PT Bulungan Citra Agro Persada (BCAP) di Desa Mangkupadi. Titik pengeboran dipilih jauh dari kawasan permukiman sehingga diharapkan dapat meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.
Hingga pertengahan Juli 2026, progres persiapan proyek telah mencapai sekitar 82 persen. PHE LPB menargetkan kegiatan pengeboran dimulai pada 25 Agustus 2026, meski SKK Migas mengusulkan percepatan pelaksanaan menjadi 17 Agustus 2026.
Pemprov Kaltara Beri Dukungan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyatakan dukungannya terhadap rencana eksplorasi tersebut. Mewakili Sekretaris Provinsi Kaltara Denny Harianto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara Sapi’imengapresiasi langkah PHE LPB yang mengedepankan sosialisasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat sebelum proyek dimulai.
Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan langkah penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan seluruh pemangku kepentingan memahami tujuan dan tahapan kegiatan eksplorasi.
“Pemprov Kaltara mengapresiasi inisiatif PHE LPB yang mengedepankan komunikasi terbuka dengan pemerintah maupun masyarakat sebelum pelaksanaan pengeboran,” katanya.
Ia menambahkan, sektor minyak dan gas bumi masih menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, potensi sumber daya alam di Kalimantan Utara harus dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sapi’i menegaskan, Pemerintah Provinsi Kaltara mendukung seluruh kegiatan eksplorasi migas yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta menghormati hak-hak masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Selama seluruh proses dilakukan sesuai regulasi dan mengedepankan keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kepentingan masyarakat, pemerintah daerah siap memberikan dukungan terhadap kegiatan eksplorasi ini,” pungkasnya.




