spot_img
More
    spot_img

    Pemprov Kaltara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Karhutla Sajau Hilir

    WARTA, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bergerak membantu masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sajau Hilir dan wilayah sekitarnya.

    Bantuan logistik dari Wakil Gubernur Kaltara disalurkan secara resmi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara. Meski Wakil Gubernur berhalangan hadir langsung ke lokasi, bantuan tetap diserahkan melalui tim BPBD untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

    Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak Karhutla, sekaligus upaya meringankan beban warga di tengah kondisi kebakaran dan asap yang masih mengancam sejumlah wilayah.

    Melalui gerakan “Peduli Karhutla” dan semangat “Save Forest”, Pemprov Kaltara juga mengajak masyarakat tidak hanya waspada terhadap dampak kebakaran, tetapi turut mengambil peran dalam mencegah munculnya titik api baru.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik sekaligus Manager Pusdalops BPBD Kaltara, Rony Haryanto, S.T., M.T., mengatakan pencegahan Karhutla dapat dimulai dari hal sederhana, yakni tidak menyalakan api sembarangan.

    “Jangan membakar lahan dan jangan membakar sampah sembarangan. Api kecil bisa cepat meluas kalau kondisi mendukung,” kata Rony di Command Center Pusdalops BPBD Kaltara, Senin (31/8).

    Imbauan tersebut disampaikan saat sejumlah wilayah Kaltara masih menghadapi ancaman Karhutla dan kabut asap. Sekitar 40 titik panas dan kebakaran terpantau di sejumlah lokasi, di antaranya Selimau, Kelurahan Jelarai Selor, Karang Tigau, dan Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur.

    Menurut Rony, kawasan lahan gambut menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena api di wilayah tersebut cenderung lebih sulit ditangani. Kondisi semakin menantang ketika akses menuju lokasi terhambat akibat jalan terputus maupun jembatan yang mengalami kerusakan.

    Baca Juga:  Rahmawati Zainal Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Kwarda Pramuka Kaltara 2024-2029

    Meski menghadapi berbagai kendala, petugas gabungan terus bergerak melakukan pemadaman dan penanganan di sejumlah lokasi yang membutuhkan.

    Tim terpadu melibatkan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, Polres, Kodim/TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD Kabupaten Bulungan, Dinas Kesehatan, Pemprov Kaltara, serta Pemerintah Kabupaten Bulungan.

    Rony menegaskan, penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan kerja petugas di lapangan. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas maupun munculnya titik api baru.

    Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan kebakaran lahan kepada petugas.

    Pemprov Kaltara berharap gerakan Peduli Karhutla dan Save Forest dapat memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU