spot_img
More
    spot_img

    Load Factor Rendah, Penerbangan Wings Air Tanjung Selor–Balikpapan Kembali Berhenti Sementara

    WARTA, TANJUNG SELOR – Layanan penerbangan Wings Air menggunakan pesawat ATR 72 pada rute Tanjung Selor–Balikpapan kembali dihentikan sementara setelah sebelumnya sempat beroperasi. Rendahnya jumlah penumpang atau load factor menjadi penyebab utama maskapai menghentikan layanan tersebut.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara, Idham Chalik, mengatakan pemerintah daerah telah berulang kali berupaya menjaga keberlangsungan penerbangan menuju ibu kota Provinsi Kalimantan Utara tersebut. Namun, keputusan operasional tetap berada di tangan maskapai yang harus mempertimbangkan aspek bisnis.

    “Persoalannya kembali pada load factor yang terlalu rendah. Seingat saya ini sudah dua kali penerbangan sempat berhenti, kemudian kita upayakan kembali beroperasi, dan sekarang kembali berhenti sementara,” ujar Idham, Kamis (16/7).

    Menurutnya, berdasarkan komunikasi dengan pihak Bandara Tanjung Harapan, tingkat keterisian penumpang minimal sekitar 40 persen masih dianggap memungkinkan bagi maskapai untuk tetap terbang. Namun, realisasi penumpang pada rute tersebut berada di bawah angka tersebut.

    “Kalau load factor mencapai 40 persen saja sebenarnya sudah pas-pasan. Biaya operasional, terutama untuk bahan bakar, sudah sangat besar. Apalagi harga avtur sekarang mengalami kenaikan, sehingga pendapatan dari penumpang tidak mampu menutup biaya operasional,” jelasnya.

    Meski demikian, Idham menegaskan penghentian layanan ini bersifat sementara. Slot dan izin trayek penerbangan Tanjung Selor–Balikpapan masih tetap tersedia sehingga peluang untuk kembali beroperasi tetap terbuka apabila tingkat permintaan penumpang meningkat.

    “Pemerintah daerah akan terus berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar layanan penerbangan ini dapat kembali beroperasi. Karena sebelumnya juga pernah berhenti dan akhirnya bisa kembali terbang, sehingga kami berharap hal yang sama dapat terwujud,” katanya.

    Keberadaan rute penerbangan Tanjung Selor–Balikpapan dinilai strategis karena menjadi salah satu jalur utama mobilitas masyarakat, pelaku usaha, hingga perjalanan dinas dari dan menuju Kalimantan Utara. Oleh sebab itu, pemerintah berharap peningkatan jumlah penumpang ke depan dapat menjadi faktor pendorong maskapai untuk kembali membuka layanan tersebut.

    Baca Juga:  Gubernur Zainal Perjuangkan Ekonomi Kreatif Kaltara, Bawa Sejumlah Usulan Strategis ke Menekraf RI

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU