WARTA, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus mencari terobosan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur logistik. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), proyek pembangunan pelabuhan barang di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan kini mulai ditawarkan kepada investor melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, H. Idham Chalid, mengatakan nilai investasi pembangunan pelabuhan yang mencapai ratusan miliar rupiah membuat pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pendanaan dari APBN maupun APBD.
Karena itu, Dishub membuka peluang bagi badan usaha untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan pengelolaan pelabuhan melalui pola KPBU maupun investasi langsung.
“Pembangunan pelabuhan membutuhkan anggaran yang besar. Karena itu kami menawarkan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), sehingga pembangunan bisa dipercepat tanpa sepenuhnya bergantung pada APBN atau APBD,” ujar Idham.
Menurutnya, dalam skema KPBU pemerintah dan badan usaha dapat bekerja sama melalui mekanisme pembagian manfaat atau revenue sharing dalam jangka waktu tertentu.
“Biasanya kerja sama KPBU berlangsung sekitar 20 tahun. Selama periode itu ada mekanisme bagi hasil atau sharing keuntungan yang disepakati bersama. Skema inilah yang kami tawarkan kepada para investor,” jelasnya.
Untuk menarik minat investor, Dishub Kaltara telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung, mulai dari masterplan pembangunan, dokumen perencanaan teknis, kesiapan lahan, hingga hasil survei lapangan di lokasi yang diusulkan.
“Kami sudah memaparkan seluruh konsep pembangunan, mulai dari kesiapan dokumen, kondisi lahan hingga hasil peninjauan lokasi. Semua informasi tersebut menjadi bahan bagi investor untuk melihat potensi proyek ini,” katanya.
Idham mengungkapkan, respons investor terhadap proyek tersebut cukup positif. Di kawasan Menjuaring, Kabupaten Bulungan, sedikitnya telah ada dua calon investor yang menyatakan ketertarikannya. Sementara untuk lokasi Sungai Fatimah, Kabupaten Nunukan, peluang investasi juga mulai diperkenalkan kepada sejumlah calon mitra.
“Untuk Menjuaring sudah ada dua calon investor yang kami dampingi. Begitu juga di Sungai Fatimah, kami sudah memperkenalkan proyek ini kepada calon investor sebagai bagian dari penjajakan investasi,” ungkapnya.
Selain menawarkan proyek kepada sektor swasta, Dishub Kaltara juga terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar pembangunan pelabuhan dapat memperoleh dukungan pembiayaan melalui APBN.
“Kami tetap mengusulkan proyek ini ke pemerintah pusat. Jadi ada dua jalur yang kami tempuh, yakni melalui dukungan APBN dan melalui skema KPBU bersama investor,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu calon investor yang menunjukkan ketertarikan datang dengan dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk melalui jejaring investasi yang melibatkan Danantara. Kehadiran investor strategis tersebut diharapkan dapat memperkuat peluang percepatan pembangunan pelabuhan barang di Kalimantan Utara.
Meski demikian, Idham menegaskan bahwa realisasi pembangunan masih menunggu proses pembahasan lanjutan dan keputusan investasi dari masing-masing pihak.
“Kami optimistis peluangnya cukup baik. Namun kapan pembangunan dimulai masih bergantung pada progres pembicaraan dengan investor maupun dukungan pemerintah pusat,” pungkasnya.
Apabila terealisasi, pelabuhan barang di Bulungan dan Nunukan diharapkan menjadi simpul logistik baru yang mampu memperlancar distribusi barang, menekan biaya logistik, serta memperkuat konektivitas ekonomi Kalimantan Utara sebagai provinsi perbatasan.




