spot_img
More
    spot_img

    Di Antara Pembangunan dan Kelayakan Lingkungan, ESDM Kaltara Perkuat Pengawasan Air Tanah

    WARTA, TANJUNG SELOR – Di tengah geliat pembangunan daerah, keberadaan air tanah dan sumber daya geologi menjadi bagian penting yang tak boleh luput dari perhatian. Pemanfaatan sumber daya alam tersebut harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

    Prinsip itu menjadi perhatian Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dalam memperkuat peran Bidang Geologi dan Air Tanah sebagai salah satu sektor strategis dalam pengelolaan sumber daya alam di Bumi Benuanta.

    Kepala Dinas ESDM Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., menegaskan pengelolaan geologi dan air tanah tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pembangunan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

    “Pengelolaan sumber daya geologi dan air tanah tidak boleh dilakukan sembarangan. Kami berfokus pada keseimbangan antara pemanfaatan untuk pembangunan daerah dengan upaya konservasi agar kelestariannya tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujar Ferdy di Tanjung Selor, Rabu (30/9).

    Menurutnya, Bidang Geologi dan Air Tanah memiliki cakupan tugas teknis yang cukup luas. Di antaranya pemetaan kondisi dan struktur geologi, pemantauan kualitas serta debit air tanah, hingga penyusunan peta tematik yang dapat menjadi salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan dan infrastruktur daerah.

    Data dan informasi geologi tersebut dinilai penting agar setiap rencana pembangunan dapat mempertimbangkan karakteristik wilayah serta kondisi lingkungan setempat.

    Tidak hanya pada aspek pemetaan dan penelitian, pengawasan juga dilakukan terhadap pemanfaatan air tanah. Termasuk dalam hal pengeboran sumur dan penggunaan air tanah yang perlu memperhatikan ketentuan serta daya dukung lingkungan.

    “Pengawasan ketat juga diterapkan dalam aspek perizinan, seperti pengaturan pengeboran sumur dan pemanfaatan air tanah. Ini penting untuk mencegah penurunan muka air tanah sekaligus meminimalkan risiko pencemaran lingkungan,” jelasnya.

    Baca Juga:  Satgas PAD Kaltara Sisir Pajak Perusahaan, PT PRI Jadi Sasaran Berikutnya

    Tantangan pengelolaan sumber daya alam semakin kompleks seiring perubahan iklim dan dinamika kondisi wilayah. Karena itu, Dinas ESDM Kaltara juga memperkuat fungsi mitigasi bencana geologi.

    Upaya tersebut dilakukan melalui identifikasi kawasan yang berpotensi mengalami kerawanan bencana, termasuk tanah longsor, serta memperkuat koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat.

    Ferdy menambahkan, pengelolaan geologi dan air tanah membutuhkan dukungan berbagai pihak. Karena itu, Dinas ESDM Kaltara terus membuka ruang kolaborasi dengan instansi pemerintah, kalangan akademisi maupun pelaku usaha.

    “Kami juga terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah, akademisi hingga pelaku usaha, untuk memastikan pertukaran data, teknologi dan informasi berjalan optimal demi kepentingan masyarakat Kaltara,” katanya.

    Dengan memperkuat penelitian, pengawasan regulasi, pemanfaatan data serta konservasi, Dinas ESDM Kaltara berupaya memastikan sumber daya geologi dan air tanah tidak hanya mendukung pembangunan saat ini, tetapi juga tetap tersedia dan terjaga untuk masa mendatang.

    Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun Kaltara yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan keamanan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU