WARTA, TANJUNG SELOR – Upaya mencegah korupsi di lingkungan pemerintahan perlu dimulai dari tempat paling dekat dengan kehidupan seseorang, yakni keluarga. Penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin sejak di rumah menjadi fondasi penting dalam membentuk aparatur yang berintegritas.
Komitmen tersebut ditekankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas Tahun 2026 yang digelar di Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (15/10).
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kaltara, H. Sapi’i, S.T., M.A.P., mengatakan budaya antikorupsi tidak cukup dibangun melalui regulasi dan pengawasan. Integritas harus tumbuh dari karakter individu yang dibentuk melalui kebiasaan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Orang yang memiliki integritas akan selalu berusaha menjalankan kewenangannya dengan benar, bahkan ketika tidak ada yang mengawasi,” ujarnya.
Menurut Sapi’i, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter seseorang sebelum nilai-nilai tersebut diterapkan dalam lingkungan kerja. Karena itu, kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan harus menjadi kebiasaan yang dicontohkan secara nyata.
Ia juga mengingatkan para aparatur agar mampu menjadi teladan bagi anggota keluarga maupun rekan kerja. Keteladanan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komitmen antikorupsi secara berkelanjutan.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara, Saiful Bachry, dalam usulan pernyataan untuk dikonfirmasi, menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam menanamkan nilai integritas.
“Pencegahan korupsi perlu dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga, seperti membiasakan kejujuran, hidup bertanggung jawab, dan tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya. Nilai-nilai tersebut diharapkan terbawa dalam sikap dan perilaku ASN ketika menjalankan tugas pemerintahan maupun memberikan pelayanan kepada masyarakat,” demikian usulan komentarnya.




