WARTA, TANGERANG – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bergerak cepat memperkuat konektivitas lintas batas negara. Dalam upaya menghidupkan kembali nadi transportasi udara internasional, Gubernur melakukan audiensi strategis dengan manajemen PT Indonesia AirAsia di AirAsia Redhouse, Tangerang, Senin (12/1).
Agenda utama pertemuan ini adalah pembahasan rencana pembukaan rute penerbangan perdana Tarakan (Indonesia) menuju Tawau (Sabah, Malaysia). Langkah ini dinilai sebagai terobosan krusial untuk memulihkan mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan pasca-pandemi serta menggenjot pertumbuhan ekonomi regional.
“Tarakan adalah pintu gerbang utama Kalimantan Utara. Dengan rute internasional Tarakan–Tawau, kita tidak hanya memperpendek jarak, tetapi juga membuka akses lebar bagi perdagangan, pariwisata, dan investasi antara kedua negara,” ujar Gubernur Zainal dengan optimis.
Komitmen Dukungan Pemerintah Daerah Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Kaltara siap memberikan dukungan penuh dari sisi kebijakan maupun koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan infrastruktur udara di Bandara Internasional Juwata Tarakan. Hal ini dilakukan demi menjamin operasional maskapai dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Merespons inisiatif tersebut, manajemen PT Indonesia AirAsia memberikan sinyal positif. Pihak maskapai berkomitmen untuk segera melakukan kajian mendalam terkait aspek operasional, teknis, serta potensi pasar penumpang yang selama ini memiliki historis pergerakan yang sangat tinggi antara Tarakan dan Sabah.
Sinergi Lintas Sektor Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur didampingi oleh pejabat teras Kaltara, di antaranya Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Dt. Iqro Ramadhan, Kepala Dishub Idham Chalid, Kepala Badan Penghubung Teddy Kusuma, serta perwakilan manajemen Bandara Juwata Tarakan.
Hadirnya rute udara Tarakan–Tawau diharapkan menjadi lokomotif baru bagi pembangunan daerah, mempermudah kunjungan wisatawan mancanegara, serta mempererat hubungan bilateral di wilayah Borneo.




